Wanita Tua Renta Ini, Ancam Penjarakan Pengembang Perumahan Mutiara Land ?

144
KEDIAMAN : Tampak Rosmidar nenek tua renta, saat berada dikediamanya. Foto diabadikan jejakjambi.com

MERANGIN, JEJAKJAMBI.COM – Kesabaran Rosmidar wanita tua, yang tinggal dikawasan Masumai Raya, RT 002/001, Pematang Kandis, Bangko,  sepertinya habis sudah. Wanita kelahiran 68 tahun silam, sepertinya bakal lebih memilih jalur hukum, jika saja  Zulfahmi yang belakangan diketahui salah satu pengembang perumahan berlogo Mutiara Land, tidak mengubris somasi yang sudah dilayangkan Penasehat Hukum(PH)-nya melalui lembaga Bantuan Hukum prioritas Keadilan, Jum’at, (9/6), sekitar pukul 10.30 WIB.

Perseteruan apa yang terjadi, antara pihak pengembang dengan sang nenek, yang hanya memiliki rumah reot, yang secara kebetulan berdekatan dengan kawasan perumahan Mutiara Land milik Zulfahmi tersebut? Dari informasi yang berhasil dihimpun jejakjambi.com, kenekatan nenek yang sudah cukup renta  ini, untuk membawa persoalan tersebut ke rana hukum tak lain dipicu dugaan pengerusakan dan pengerukan lahan tanah pekarangan rumah sang nenek sekitar Desember 2016 lalu. Dimana secara kebetulan, lahan pekarangan rumah sang nenek, bersebelahan dengan lahan pengembang perumahan milik Zulfhami tersebut.

Akibat pengerukan yang dilakukan pengembang dilokasi tanahnya tersebut, selain membuat banyak tanaman berpenghasilan milik sang nenek sudah tak bisa dinikmati, juga kediamanya rumahnya terancam longsor akibat kerukan tanah dengan alat berat yang terlihat begitu dalam, dan berdekatan dengan rumah sang nenek.

” Lihatlah nak rumah saya ini, jika saja hujan datang dengan deras, saya sangat khawatir rumah saya akan longsor, karena jarak pengerukan yang dilakukan, sudah sangat dekat  dengan rumah saya ini. Apa dia (Zulfahmi,red) tak kasian dengan saya orang tua ini,” Tutur Rosmidar membuka cerita, sambil se-sekali mengusap air matanya dengan ujung jilbab yang dikenakanya, sesaat bertutur kepada jejakjambi.com, baru – baru ini.

Selain rumah “reot “yang didiami Rosmidar terancam ambruk akibat kerukan tanah yang begitu dalam, tanaman tak jauh dari pekarangan rumahnya betul – betul habis tak tersisa.” Disana banyak tanaman bambu, tanaman durian, sedikit pohon jengkol, tanaman mangga, puluhan batang pinang,  dan lain – lain, yang biasanya dari hasil tanaman tersebut bisa jual ke pasar.

“ Iya, lumayan lah  dari hasil jualan saya itu,  saya bisa menyambung hidup saya waktu itu. Namun  sejak 6 bulan terakhir, saya tak bisa lagi berjualan dipasar dari hasil pekarangan rumah saya tersebut, karena sudah tidak ada lagi yang bisa saya jual selain berharap dari belas kasian anak – anak saya ,” Jelasnya penuh rasa pilu saat bercerita.

Diakui Rosmidar, saat dugaan pengerukan terjadi, Zulfhami sempat berjanji secara lisan, akan memberikan dirinya satu rumah sebagai ganti rugi atas pengerusakan itu.

” Namun apa yang terjadi sampai saat ini, janji itu hanya tinggal janji saja. Besar harapan saya, Zulfahmi cepat mensikapi somasi yang saya layangkan melalui PH saya itu sebelum batas waktu habis . Saya ini, hanya orang bodoh dan tak punya apa apa, tolong kasihani saya pak Zulfahmi, ” tuturnya penuh belas kasian .

Sayang, terkait tudingan tersebut, Zulfhami sang pengembang perumahan dibawah PT  Business Abdurrahman,  masih belum berhasil dikonfirmasi, melalui nomor ponsel yang biasa digunakanya, 085311640xxx . Beberapa kali dihubungi dinomor ponsel tersebut, nampak masih bernada tak aktiv. Begitu pun  Short Message Service (SMS), yang sempat dilayangkan jejakjambi.com, masih belum mendapatkan tanggapan.

Sementara itu, LBH Prioritas Keadilan melalui Toni Irwan Jaya SH saat coba dikonfirmasi membenarkan, jika klie-nya tersebut tengah mengalami persoalan dengan pengembang perumahan Mutiara Land itu.

“ Dan hari ini (Jumat,9/6,red), somasi atas persoalan yang menimpa klien kami atas nama Rosmidar ini, sudah kami layangkan terhadap Zulfahmi, dengan nomor surat somasi 019/LBH PK –SMS/VI/2017.  Dan Somasi ini, kami harap bisa cepat ditindak lanjuti, dengan batas waktu 14 Juni mendatang. Jika dalam rentan waktu tersebut, tak juga direspon, maka persoalan ini akan kami bawa ke rana hukum,” Tegas Toni, tak ragu. (*)

REPORTER : Chatur
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here