Wakil Rakyat Nyaleg Dari Partai Yang Berbeda, Haknya di Legislatif Dicabut..!

184
Ilustrasi/Ist

MERANGIN, – Sejumlah wakil rakyat Merangin, yang kembali ambil bagian dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, dengan partai yang berbeda, maka siap – siap ‘hengkang’ dari kursi DPRD Merangin.

hal tersebut menyusul surat penjelasan Kementrian Dalam Negeri Nomor 160/6324/OTDA tertanggal 3 Agustus 2018.

Dimana dalam poin 3 berbunyi selain pengaturan pemberhentian anggota DPRD provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota jika dicalonkan oleh partai politik yang berbeda, dengan partai politik yang diwakili pada pemilu terakhir, pemberhentian juga berlaku bagi kepala daerah/wakil kepala daerah jika menjadi calon anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupauten/Kota sebagaimana amanat Pasal 240 ayat (1) hurup k Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017, Tentang Pemilihan Umum.

Sementara itu, dari hasil pantauan jejakjambi.com, kendati Daftar Calon Tetap (DCT), masih belum dikeluarkan secara resmi oleh KPU Merangin, namun terpantau beberapa nama anggota DPRD Merangin yang akan ambil bagian dalam Pileg lewat Partai yang berbeda.

Mereka, Zamzami yang sebelumnya dari Partai Hanura, tercatat kembali ambil bagian dalam Pileg 2019 lewat Partai Gerindra.

Nama lain, juga tercatat nama Fauzi Yusuf anggota DPRD Merangin dari Partai Nasdem, yang kembali ter-intip akan ambil bagian dalam Pileg melalui partai Demokrat.

Politisi lain, terpantau nama Saparudin yang sebelumnya dari Partai Bulan Bintang (PBB), kembali akan bertarung dalam Pilkada lain melalui bendera PPP.

Seterusnya,terdapat nama Isnedi yang juga wakil ketua DPRD Merangin dari partai Gerindra, terpantau akan ambil bagian dalam Pileg 2019 dari partai PSI.

Lalu bagaimana tanggapan KPU Merangin terkait persoalan ini..? Ketua KPU Merangin Iron Sahroni mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak – pihak terkait, tak terkecuali pihak partai, terkait wakil rakyat Merangin yang kembali ambil bagian dengan partai yang berbeda.

” Aturan sudah jelas kok, jadi sejumlah anggota DPRD Merangin yang ambil bagian lewat partai yang bereda, hak-nya dikursi legislatif tersebut sedini mungkin terhenti, sesuai aturan. Dan aturan ini, tentu finisingnya akan terungkap saat Daftar Calon Tetap (DCT), ditetapkan KPU,” Tutupnya. (*)

REPORTER : Chatur






















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here