Waduh,,,,Oknum Jaksa Sarolangun Berinisial DS, Diduga Terlibat Jual Beli Kasus? Emang Berapa Duit Coy?

32
ILUSTRASI/IST

SAROLANGUN,JEJAKJAMBI,- Dugaan jual beli kasus alias (Markus), menghantam oknum aparat Adhiyaksa Sarolangun. Jaksa berinisial DS disebut – sebut terlibat jual beli kasus yang menimpa Rozi Cs, yang diamankan aparat kepolisian sekitar empat bulan silam, lantaran diduga terlibat kasus pencurian dua unit komputer alat berat milik Herry Chandra atau lebih akrab disapa Atek.

Kepada jejakjambi.com, sumber yang dapat dipercaya mengatakan, pertama Atek menyerahkan uang Rp50 juta kepada jaksa berinisial DS dengan harapan hukuman Rozi Cs bisa dituntut lebih berat serta dibuat pasal berlapis.

“Setelah itu, pak Atek dipanggil lagi oleh jaksa. Kata jaksa, uang Rp50 juta yang telah diserahkan tersebut hanya cukup untuk jaksa saja. Karena itu, pak Atek menyerahkan uang lagi. Tapi saat itu pak Atek tak mau lagi menyebutkan nominal uang dan siapa nama jaksa yang menerima uangnya untuk kedua kalinya. Itu semua diungkapkan pak atek dengan saya ,” ungkap sumber jejakjambi.com, yang minta namanya benar – benar tidak dicatut dalam pemberitaan ini, Kamis, (26/10).

Selain memberikan uang ‘pelicin’ agar kasus Rozi Cs dituntut lebih berat, menurut sumber, penyerahan uang tersebut tak lain sebagai uang pinjam pakai dua unit alat berat yang sejatinya untuk Barang Bukti (BB) yang wajib dihadirkan saat sidang.

“Itu makanya pak Atek tenang-tenang saja karena sudah ngasih uang pelicin. Tapi kan faktanya hakim mempersoalkan BB alat berat itu yang tidak dihadirkan saat sidang,” ujarnya.

Sejatinya, total uang yang disetor Atek ke pihak Kejari Sarolangun, tak kurang dari Rp100 juta.  “Pengakuan Atek sendiri, sudah Rp 100 juta uang yang diserahkannya ke pihak Kejari Sarolangun,” aku sumber ini lagi.

Masih dikatakan sumber jejakjambi.com, jika saat ini Atek tengah dirundung kesal. Pasalnya Atek sudah cukup banyak mengeluarkan uang, sementara kasus Rozi Cs yang diharapkannya dapat dituntut dengan hukuman yang lebih berat, malah belum ada kejelasan pasti. Bahkan saat sidang, hakim selalu mempersoalan BB dua unit alat berat milik Atek.

“Dan info yang saya dapat, pak Atek ini memang punya banyak alat berat. Bukan cuma satu atau dua alat, tapi puluhan. Di Kecamatan Batang Asai saja alatnya ada enam unit. Kemudian di Meleko dan Sungai Dingin. Juga di Lubuk Resam alat beratnya juga banyak,” timpalnya.

Terpisah, Herry Chandra (Atek, red) dikonfirmasi terkait dugaan dirinya pernah menyerahkan uang Rp50 juta kepada jaksa berinisial DS, malah tak menyangkal atau pun mengakui hal tersebut. Kata dia, tanya saja ke narasumber yang memberikan informasi tersebut.

“Ngapain tanya ke saya. Ya sudah terserah abang saja, kalau memang menurut dia (narsumber, red) benar. Konsekuansinya kalau abang terbitkan, kalau ada masalah abang tanggungjawab saja,” katanya sedikit bernada kesal saat dikonfrontir jejakjambi.com.

Sementara, jaksa berinisial DS, dikonfirmasi terkait dugaan dirinya menerima suap dari Atek, sepertinya lebih memilik bungkam ketimbang menjawab konfirmasi wartawan. Bahkan beberapa kali dihubungi lewat nomor ponselnya 08111781XXX, tak kunjung dijawabnya meski nomor Handphonenya benada aktif. Begitu juga SMS yang dilayangkan tak juga dibalasnya.

Terpisah Kejari Sarolangun Ikhwan Nul Hakim dikonfirmasi terkait kabar tak sedap yang berkembang di kantor Adhiyaksa Sarolangun, meyakini jika kabar dugaan jual beli kasus tersebut tidaklah benar.”Perkaranya sepengetahuan saya masih berjalan. Secara tekhnis saya tidak tahu betul perkaranya. Silahkan konfirmasi langsung ke yang bersangkutan. Soal alat berat itu, Barang Buktinya (BB)-nya tidak pernah dihadirkan oleh polisi saat tahap dua,” tepisnya. (*)

REPORTER  : Azhari
EDITOR        : Chatur






LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here