Ups,,,Pimpinan Ponpes Lebai Yasin, Dituding Cabuli Santriwati

404
Ilustrasi/foto Ist.

MERANGIN,JEJAKJAMBI.COM – Belum tuntas kasus dugaan korupsi, lewat pengadaan barang dan jasa pada event Musabaqoh Tilawatil Alquran (MTQ), ke 46  Provinsi Jambi di Merangin, justru kasus baru kembali menerpa Bagian Kesehjateraan Rakyat (Kesra), Kabupaten Merangin.

Betapa tidak, salah satu staf ditubuh Kesra Pemkab Merangin berinisial MA yang juga pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes), Lebai Yasin, dikawasan Batang Masumai,  justru dituding melakukan dugaan  kasus pencabulan terhadap ustaza sekaligus santriwati di Ponpes setempat.

Kabar tak sedap tersebut diungkapkan pria berinisial AN, yang tak lain bapak dari korban Santriwati berinisial Le, Senin, (23/5), sekitar pukul 13.40 WIB.

“ Kasus tersebut memang sudah cukup lama terjadi kalau tidak salah sekitar tahun 2012. Cuma sakit rasanya hati ini, karena hal itu menimpa pada anak gadis saya. Dimana saat itu, anak saya  Le, tengah mengeyam pendidikan pendidikan setingkat SMA di Ponpes tersebut, sekaligus membantu mengajar disana,” Ungkapnya mengawali ceritanya, kepada jejakjambi.com, seraya mengatakan jika anak gadisnya tersebut, merupakan salah satu santriwati yang hafiz Al-quran.

Masih diurai AN, dari cerita anaknya Le, jika aksi kurang terpuji  yang dilakukan AM tersebut, terjadi beberapa kali terhadap anaknya  Le.” Dari cerita anak saya. Sambil menangis Ia menuturkan, awal mula terjadinya kejadian, saat anaknya tersebut usai sholat Dzuhur dirumah Ibunya AM disekitar lokasi Ponpes. (hari, tanggal, dan bulan sudah tak ingat,red),  tiba – tiba saat itu AM sudah berada dibelakang anak saya, dan (maaf, memeluk anak saya, diiringi ciuman,red). Dan peristiwa tersebut, sudah tiga kali dilakukan AM terhadap anak saya,” Ungkap AN coba mengurai cerita anaknya.

Lalu kenapa kasus tersebut tidak dilaporkan saja terhadap aparat kepolisian? Menanggapi persoalan tersebut AN, mengaku tidak cukup bukti lantaran tidak adanya saksi yang melihat kejadian.

” Itu terjadi saat rumah itu sepi, dan  tidak ada saksi. Makanya saya tidak melapor. Lagian saya orang kecil jadi takut untuk melapor. Dan karena peristiwa pencabulan itu sudah tiga kali terjadi pada anak saya, maka belumlah selesai anak saya sekolah disana, anak saya sudah saya pindahkan,” Jelas AN, sembari mengatakan, jika dirinya tak tahan akan cerita anaknya, yang menjadi korban pencabulan MA.

Bahkan menurut AN, tak hanya anaknya yang menjadi korban dugaan pencabulan AM, teman sebaya anaknya, berinisial Li, dan As, juga mengaku mengalami hal serupa. ” Itu menurut pengakuan anak saya terhadap saya.  Saya pernah datangi AN untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, namun AN menyangkal keras tudingan itu ,” tambah AN lagi.

Terpisah AM yang tak lain pimpinan Ponpes Lebai Yasin saat dikonfirmasi jejakjambi.com menyangkal keras tudingan tersebut. “  Demi Allah saya tidak melakukan hal tersebut. Anak AN tersebut, justru  saya berhentikan dari Pondok, lantaran kerap mencuri. Itu omongan AN enggak betul,” Sangkal AM. (*)

REPORTER : Chatur







LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here