Ups,,,Kinerja Ka-Inspektorat Disorot..! Diduga Ini Penyebabnya?

294
Potret kantor Inspektorat Merangin/dokumen jejakjambi.com

MERANGIN,- Tidak begitu berlebihan, jika beberapa bulan terakhir atau sepanjang tahun 2018, Kinerja Ka-Inspektorat Merangin, mulai mendapat sorotan. Dugaanya, melempem-nya, kinerja Inspektorat Merangin, dilatar belabakangi Sang Nahkoda Ka-Inspektorat Merangin yang tak lain Hatam Tafsir, jarang berada ditempat.

Benarkan demikian? Dan fakta apa saja yang memberikan sinyal, lemahnya kinerja “mesin pengawas kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bumi Merangin ini? Kepada jejakjambi.com, justru salah satu ASN setempat, yang coba sedikit membocorkan kinerja Inspektorat Merangin, sepanjang 2018 yang dinilainya cukup “payah”

Dikatakan ASN yang minta wanti – wanti namanya tidak dicatut ini, jika kinerja Ka-inspektorat Merangin saat ini memang cukup payah. Bayangkan sepanjang 2018, bukannya Inspektorat Merangin mampu mengontrol secara baik, berbagai kinerja ASN di Merangin, namun justru sebaliknya, kinerja Ka-inspektorat Merangin lah, yang menurut sumber ini, yang rasanya perlu di audit sepanjang 2018.

Hasil audit tersebut lanjut sumber, tentu akan bermuara pada sosok Hatam Tafsir, apakah masih layak memimpin Inspektorat Merangin, hingga penghujung 2018 mendatang.

Masih dikatakan sumber yang layak dipercaya ini, selain Hatam Tafsir jarang terlihat ngantor akhir – akhir ini, juga tercatat 9 kasus persoalan pengunaan dana desa yang bermasalah, buah hasil limpahan kasus Polres Merangin maupun Kejari Merangin, tak satu pun sudah disikapi Ka-inspektorat Merangin.

Diantaranya, kasus Desa Telun, Aur Duri, keduanya Kecamatan Nalo Tantan, Sei Tabir, Kecamatan Tabir, Pulau Tebakar, Kecamatan Tabir, juga tercatat nama Desa Muara Lange Tabir Ulu, dan  Kasus Desa Talang Segegah, Kecamatan Renah Pembarap.

” Itu yang saya tahu ada 6 Desa dari 9 Desa yang bermasalah. Dan sepengetahuan saya tak satu pun berbagai persoalan yang merupakan limpahan kasus dari Polres Merangin dan Kejari Bangko ini, sudah disikapi Ka-Inspektorat Merangin paska dilimpahkan ke Inspektorat Merangin sejak beberapa bulan yang lalu. Ada apa ini, mungkinkah kasus ini sengaja diendapkan,” Timpalnya.

Tak hanya itu saja, persoalan lain terkait audit dana desa melalui Program Kerja Pokok Tahunan (PKPT) juga disinyalir ‘mandek’. Betapa tidak, dari total 9 kali agenda tahunan PKPT, yang tak lain peng-auditan dana desa Merangin, Inspektorat Merangin baru melakukan audit dana desa sebanyak 1 kali.

” Bagaimana PKPT ini akan berjalan maksimal, jika audit PKPT saja baru dilakukan 1 kali  sepanjang 2018,” Terang Sumber ini lagi.

Dan persoalan lainnya, bisa jadi terkait aliran dana Saiber Pungli 2018  senilai lebih kurang Rp 250 Juta.” terkait persoalan ini, jangankan ada yang ditangkap tangan dari program Saber Pungli sepanjang 2018 ini, dana tersebut pun sepengetahuan saya belum tersentuh sama sekali. Ini artinya sosok Hatam Tafsir tak salah jika dikatakan gagal ‘meminute’  tugas dan fungsi utama sebagai pucuk pimpinan Inspektorat Merangin.

“Kalau tak sanggup lagi bekerja lebih baik mundur pak, jangan terlalu memaksakan sebuah jabatan yang tak sanggup diemban,”Timpal sumber ini lagi, yang kembali meminta namanya tidak direalise.

Sejauh ini, Ka-inspektorat Merangin Hatam Tafsir masih belum berhasil dikonfirmasi, begitu juga saat jejakjambi.com mengkonfirmasi persoalan ini terhadap Sekretaris Inspektorat Merangin M Sayuti, terlihat masih ‘dingin memberikan tanggapan’

” Silakan konfirmasi langsung dengan Ka-Inspektorat Merangin Hatam Tafsir saja, terkait berbagai dugaan yang ditudingkan, karena jujur itu bukan wewenangan saya untuk menjawab itu semua. Dan menurut hemat saya, Inspektorat Merangin sudah bekerja kok, tidak seperti yang ditudingkan, ” Tutupnya. (*)

REPORTER : Chatur













LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here