Tumpang Tindih Kepemilikan Proyek, “Sinyal” Tak Beres Proyek jalan Muara Siau- Lubuk Beringin..! Polres Merangin Intip Pekerjaan Proyek

426
Potret pekerjaan proyek/Ist

MERANGIN,- Indikasi tak beres pada pekerjaan proyek pada peningkatan jalan Muara Siau- Lubuk Beringin, Merangin, lewat kucuran dana APBD Merangin 2020 senilai Rp 3 Miliar, masih terus bergulir.

Tak hanya ‘berkutak’ soal hasil sementara pekerjaan proyek dilapangan yang terindikasi ‘asal jadi’, namun hal menarik lainnya ada indikasi tumpang tindih kepemilikan proyek yang semustinya menjadi tanggung jawab PT Maharupa Abadi sang pemenang tender proyek.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Samson sang direktur PT  Maharupa Abadi, justru mengklaim jika PT Maharupa Abadi dipinjamkan terhadap nama Warsito.

“ Jadi tanya saja dengan dia (warsito,red) karena dia yang pinjam PT  itu untuk pekerjaan proyek tersebut,” Timpal Samson sang direktur, saat dibincangi jejakjambi.com beberapa waktu lalu.

Tak hanya pengakuan Samson yang mengejutkan jika proyek tersebut menjadi tanggung jawab Warsito, disisi lain ada nama lain atau  Zul Fikar alias Bujang Siau, yang juga mengklaim pekerjaan proyek tersebut dibawah ‘kendalinya’.

Lalu apa tanggapan PPTK proyek Efrianto terkait keberadaan Bujang Siau Maupun Warsito..? Lain pernyataan Samson lain pula pernyataan Efrianto, yang tak lain PPTK kegiatan proyek jalan dengan panjang tak kurang dari 12 KM tersebut?

Menanggapi pertanyaan tersebut Efrianto coba mengklarifikasi dengan memberikan peryataan, jika untuk status Zul Fikar alias Bujang Siau, Ia mengaku tidak tahu-menahu sama sekali statusnya dilapangan, meski Bujang Siau sejauh ini mengklaim jika proyek tersebut dibawah kendalinya.

Sedangkan untuk Warsito lanjut Efrianto, benar merupakan pelaksana kegiatan proyek dilapangan.

” Iya, untuk warsito merupakan pelaksana kegiatan proyek dilapangan, dan benar jika Ia atau (Warsito,red) terlibat kontrak dengan PT Maharupa Abadi terkait pekerjaan tersebut,” Ucap Efrianto yang sedikit berbeda dengan peryataan Samson sang pemilik perusahaan PT Maharupa Abadi.

Sisi lain, terkait dugaan ketidakberesan proyek tersebut lanjut Efrianto, belumlah bisa dikatakan demikian.” Selain proyek tersebut belumlah tuntas dikerjakan, besok kita juga akan melakukan tes core drill.

“ Rencananya kita besok akan melakukan core atau tes kualitas aspal sesuai dengan spesifikasi. Kalau ada yang kurang tentu akan kita minta tambah dan benahi. Mudah mudahan tidak bermasalah nanti-nya,”  kata Efrianto.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Merangin AKP AKP Dhadhang Anindito melalui Kanit Tipikor IPDA Alimron saat dimintai tanggapan terkait indikasi demi indikasi tak beres pada pekerjaan proyek tersebut mengaku jika pihaknya baru mendengar kabar atas pekerjaan proyek tersebut dari pemberitaan media.

BACA JUGA : “Bak Kubangan Lumpur” Proyek Jalan Muara Siau-Lubuk Beringin Disorot.! Menariknya PT Maharupa Abadi Lepas Tangan..?

“ Iya, coba nanti kita pelajari dulu terkait persoalan tersebut,” Singkat IPDA Al Imron.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Potret ‘bak kubangan lumpur’, hingga banyaknya aspal yang tak merata atau terlihat seperti gelombang air, menjadi ‘pemantik’ kekesalan warga atas proyek yang menelan dana tak sedikit itu.

” Sudah jadi kubangan lumpur pak pekerjaan jalan tuh. Lihat saja kalau hujan datang. Jalan malah makin sulit dilintasi padahal sebelum proyek dikerjakan, jalan ini keras dan merata meski belum diaspal,” Urai salah seoarang petani setempat, saat dibincangi jejakjambi.com, dan minta namanya tidak perlu dimuat dimedia.(*)

REPORTER : Chatur
















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here