Tidak Tercatat di APBDes, Kades Benteng Nekat Bangun Proyek Pengerasan Jalan. Anggaran Rp 161 Juta Terkuras Sia – Sia…?

1101
Potret proyek jalan yang disinyalir bermasalah/Ist

MERANGIN,- Apa yang dilakukan Muslim yang tak lain Kades Benteng, Sungai Manau, Merangin, tak berlebihan jika dibilang terlalu nekat.

Betapa tidak, Kades yang masa jabatan-nya sudah habis sejak 4 Juni 2019 lalu, nekat melakukan pengerasan jalan dititik jalan Kabupaten, atau kawasan Jalan Durian Lecah, sepanjang 300 meter dengan lebar badan jalan sekitar 3,5 meter.

Padahal hasil penelusuran jejakjambi.com jalan tersebut sebelumnya sempat dilakukan pengaspalan jalan lewat kucuran dana provinsi Jambi pada tahun 2012 silam.

Bahkan kiri kanan bahu jalan, juga sempat dibangun parit atau selokan, lewat kucuran dana APBD Merangin.

Belakangan, pembangunan pengerasan jalan tersebut, ter-endus kabar, sama sekali tidak tercantum dalam APBDes 2019 Desa setempat.

“ Sempat diusulkan memang pengerasan jalan tersebut, namun dicoret lantaran jalan setempat tercatat sebagai jalan kabupaten Dan saat itu, usulan jalan tersebut, digantikan dengan pembangunan jalan rabat beton. Namun, seiring berjalan-nya waktu Kades Benteng tetap melakukan pengerasan jalan diakhir masa jabatan-nya.

“ Dan kami, sama sekali para perangkat Desa tidak tahu menahu soal itu, karena hal tersebut dilakukan Kades setempat tanpa adanya koordinasi dengan para perangkat Desa,” Ungkap Dedi Sekdes Benteng, saat dikonfirmasi terkait pembangunan pengerasan jalan tersebut, baru – baru ini.

Bahkan pembangunan pengerasan jalan tanpa papan proyek tersebut, juga disinyalir dipihak ketigakan Kades Benteng Muslim, melalui rekanan yang belakangan diketahui bernama Gulam.

“  Yang jelas  pekerjaan tersebut setahu saya tidak ada dalam APBDes 2019. Bahkan warga disepanjang jalan proyek, juga dibuat bingung atas pekerjaan proyek tersebut proyek apa,” Tambah Dedi.

Tak hanya itu, Tapa (30) salah satu warga sekitar yang tinggal tak jauh dari lokasi proyek, juga mengaku bingung atas pekerjaan pengerasan jalan tersebut.

“ Akibat pengerasan jalan yang dikerjakan asal jadi itu, membuat parit jalan tertimbun tanah.

Akibatnya, jika hujan datang, sebagian rumah warga sekitar bangunan proyek, dibuat kebanjiran. Bahkan sejak proyek tersebut dikerjakan, sama sekali tidak terlihat papan proyek,” Jelas Tapa yang meminta agar aparat hukum terkait bisa memantau secara langsung, proyek yang dikerjakan.

Dilain kesempatan, Kades Benteng Muslim masih belum berhasil dikonfirmasi terkait tudingan tak beres ini.

Beberapa kali dihubungi via ponsel dinomor milik-nya atau dinomor 0852694800XX, masih belum diangkat, hingga Short Mesagge Service (SMS) yang dilayangkan pun belum mendapat respon. (*)

REPORTER : Chatur
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here