Teryata Begini Kondisi Masjid Agung Baitul Makmur, “Kebangaan Warga Merangin” Saat Hujan Datang”. Lihat Videonya, Buat Sesak Didada,,, CE-KE-DOT,,,

157
ATAP : Proyek Bangunan Atap Masjid yang baru dipasang,persis diatas beton cor yang selama ini jadi atap Masjid/foto jejakjambi.com

MERANGIN,JEJAKJAMBI,- “Body Mulus Mesin Menipu” Kalimat terdepan rasanya tak berlebihan jika dialamatkan terhadap kondisi terkini Masjid Agung Baitul Makmur yang selama ini menjadi salah satu ikon, Bumi Tali Undang Tambang Teliti Merangin.

Hasil investigasi jejakjambi.com, Masjid yang dibangun lewat APBD Merangin sekitar tahun 2010-2011 silam, dengan anggaran tak kurang Rp 21 Miliar rupiah ini, sudah mulai dikeluhkan warga pasca diresmikan sekitar  2011, dampak kebocoran dan rembesan air dari atap bangunan yang terus terjadi saat hujan datang.

Selanjutnya, perbaikan demi perbaikan agar bangunan Masjid, tidak kembali terjadi rembesen air saat hujan datang, terus dilakukan. Dan yang terbaru, Masjid tersebut kembali direnovasi dengan memasang atap yang justru dipasang dibagian atap Masjid yang sebelumnya dicor. Kucuran dana tak kurang dari  Rp 750 Juta, kembali digelontorkan lewat APBD Merangin 2017, dengan harapan kebocoran tidak kembali terjadi.

Namun hasilnya, saat hujan datang kondisi Masjid kebanggaan warga Merangin tersebut, tak ubahnya dengan kondisi sebelum dilakukan pemasangan atap. Bahkan, pemasangan atap yang terlalu dekat dengan batas bangunan cor, membuat kucuran air hujan yang datang, justru masuk dan menerobos Masjid, hingga banjir didalam Masjid tak bisa dihindari.

” Dan beberapa titik didalam bangunan juga masih terus terjadi rembesan air yang tidak sedikit. Sangat memilukan memang, Masjid kebangaan warga Merangin, namun jika hujan justru banjir yang terjadi, ” Ungkap Sayuti salah seoarang pengurus Masjid setempat saat dibincangi, baru baru ini.

Terkait persoalan ini lanjut Sayuti, pihaknya berharap agar rekanan yang mendapatkan jatah proyek dengan dana yang tak sedikit ini, dapat cepat membenahi kebocoran – kebocoran yang terjadi.” Tujuan dari pada pemasangan atap diatas lantai cor Masjid dengan kucuran dana yang tidak sedikit ini, tentu bertujuan agar Masjid  ini tidak kembali terjadi bocor saat hujan datang, namun faktanya saat hujan kondisi kebocoran semakin parah,” Tambahnya.

Rembesan yang terus terjadi hingga kucuran air yang tumpah ke dalam Masjid tersebut lanjut Sayuti, sudah diberitahukan pihaknya terhadap rekanan proyek, sejak beberapa pekan yang lalu, pasca proyek tersebut tuntas dikerjakan, namun sampai saat ini belum juga ada tanda – tanda perbaikan yang akan dilakukan.” Sudah dikasih tahu, tapi belum juga ada tanda – tanda akan dilakukan perbaikan,” Jelas Sayuti.

Rekanan proyek yang belakangan diketahui bernama Kamarus Zaman saat dikonfirmasi menyatakan, akan segera melakukan krus cek terkait kebocoran yang terjadi diberbagai titik Masjid tersebut.” Segera akan kita lakukan perbaikan, karena memang proyek tersebut, masih dalam tahap pemeliharaan,” Timpalnya.

Dilain kesempatan PPTK Proyek Zuriah saat dikonfirmasi membenarkan jika pekerjaan atap bangunan Masjid tersebut menggunakan dana APBD Merangin 2017, lewat leading sektor  Dinas PUP Merangin, atau dibawah naungan Kabid Cipta Karya. ” Untuk nama rekanan yang mengerjakan tak lain CV Mustika Ratu, dan konsultan proyek PT Archipta Consultindo .”   Secepatnya akan kita beritahukan terhadap rekanan, untuk segera diperbaiki,” Janji Zuriah. (*)

REPORTER : Chatur

 



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here