“Tercyduk” Akhirnya Inspektorat Akui Adanya “Temuan” di Desa Muara Langeh..! Apa Saja?

827
Kades Muara Langeh Agustam dan Potret beberapa proyek fisik yang diduga menuai persoalan/Ist

MERANGIN,- Agustam Kades Muara Langeh, Kecamatan Tabir Barat, Merangin, rasa-nya tidak akan bisa membantah lagi, terkait tudingan ‘kebocoran’ proyek fisik, melalui Dana Desa (DD) setempat.

Pasalnya, hasil pemeriksaan secara ‘reguler’ yang dilakukan Inspektorat Merangin dibawah pimpinan Hatam Tafsir, melalui Inspektur Pembantu (Irban) I, Zainul terungkap, jika  pihak-nya memang pernah melakukan pemeriksaan salah satu titik proyek fisik DD Muara Langeh tahun 2017 silam.

” Pemeriksaan yang kita lakukan saat itu, tak lain pekerjaan pembangunan turap sepanjang 20 meter yang dilakukan di desa setempat. Dan hasil pemeriksaan yang kita lakukan, atau sekitar tahun 2017 lalu, memang terbukti jika turap tersebut hanya memiliki panjang tak kurang dari 17 meter dari 20 meter terencana,” Ujar Zainul diruang kerjanya, baru – baru ini.

Bahkan hasil temuan tersebut lanjut Zainul, pihaknya sudah memanggil Agustam selaku Kades setempat. Dan hasil pemanggilan Agustam saat itu, dirinya (Agustam,red) mengakui, jika pekerjaan turap dengan anggaran tak kurang dari Rp 51 Juta tersebut, terjadi kekurangan volume pekerjaan.

” Nah, terkait persoalan tersebut saat itu Agustam sudah membuat surat perjanjian terhadap Inspektorat Merangin, untuk menambah volume pekerjaan atas kekurangan jumlah pekerjaan hasil temuan Inspektorat,” Terang Zainul.

BACA JUGA : APA KABAR KASUS DUGAAN KEBOCORAN DD MUARA LANGEH RP 571 JUTA..!

Lebih jauh dikatakan Zainul, selain Agustam berjanji akan menambah jumlah volume pekerjaan yang kurang, Agustam juga berjanji akan memberikan laporan terhadap Inspektorat Merangin, terkait penambahan volume pekerjaan, jika sudah dilakukan dirinya. 

” Namun sampai saat ini, Agustam tidak pernah memberikan laporan terkait janjinya secara tertulis tersebut. Artinya sampai saat ini, kita belum tahu apakah kekurangan volume pekerjaan turap tersebut sudah dilakukan penambahan pekerjaan atau belum,” Jelasnya.

Terkait polemig, yang juga laporan warga ini tambah Zainul, pihaknya kembali akan akan memanggil Agustam guna dimintai keterangan, terkait janjinya tersebut. ” Akan kita panggil Agusman dalam waktu dekat,” Timpalnya.

Diakui Zainul, jika pemeriksaan yang dilakukan pihaknya atas pekerjaan proyek tersebut bersifat reguler, maka pihaknya belum sempat melakukan pemeriksaan terkait berbagai proyek fisik lain-nya yang ditudingkan warga bermasalah itu.

” Baru turap itu yang kita periksa, sedangkan proyek fisik lain-nya yang ada di desa tersebut seperti tudingan warga, belum sempat kita lakukan pemeriksaan,” Tandas  Zainul.

Sementara itu, Agustam beberapa kali dihubungi jejakjambi.com guna dikonfirmasi ulang, baik  via ponsel, maupun via  Short Mesagge Service (SMS), orang nomor satu di Desa Muara Langeh ini,  masih lebih memilih bungkam, terkait persoalan tersebut.

Sekedar mengingatkan pembaca, ada beberapa poin yang terdapat dalam  laporan warga terkait dugaan ‘kebocoran DD yang terjadi di Desa Muara Langeh, Tabir Selatan, sepanjang 2016-2017.

Diantaranya, bagunan fisik PUSKESDES 2016 dengan kucuran dana Rp 166.345.000,-, dan sampai saat ini bangunan ini, tidak bisa difungsikan.

BACA JUGA : MERASA TAK DIGUBRIS, WARGA ANCAM LAPOR KASUS KEBOCORAN DANA DESA MUARA LANGEH KE KEJAGUNG RI

Selanjutnya, pekerjaan fisik jembatan/box  2016 dengan dana Rp. 179.944.654. Kemudian, pekerjaan fisik jalan setapak sepanjang 400 meter yang menelan dana Rp. 114.000.000 tahun 2017.

Tak hanya itu, berlanjut pada pekerjaan fisik turap PUSKESDES  sepanjang 20 meter Rp 51.000.000, tahun 2017, berlanjut pada, Dana dari gubernur Jambi Rp. 60.000.000. (*)

REPORTER : Rabu Iskandar
EDITOR : Chatur













LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here