Suwanti Sosok Wanita Hebat, ‘Sang Pendidik’ Anak Rimba Merangin (Bagian III) ” Jam Belajar – Mengajar Tak Jelas, Kadang Hingga Sampai Petang”

294
Potret perjuangan Suwanti, dalam menjalankan aktivitasnya sehari hari bersama anak anak SAD /Ist

JAM belajar – Mengajar yang tak jelas, hingga terkadang harus pulang saat matahari mulai turun, sama sekali bukan persoalan bagi Suwanti. Akses jalan yang buruk, juga sama sekali bukan penghalang bagi dirinya untuk terus  melangkah, demi mewujudkan cita – cita anak – anak warga Suku Anak Dalam (SAD). Berikut penelusuran jejakjambi.com

Nova Diansyah (Chatur)- Merangin,Jambi

HUJAN akses jalan rusak berat dan sulit ditembus, jika kemarau jalan diselimuti debu. Belum lagi ditambah harus menelusuri jalan setapak, semak – belukar sepanjang tak kurang 1 KM, untuk dapat sampai tujuan.

Sepertinya, bukan perjuangan yang mudah bagi sosok wanita kelahiran Wonosobo 1975 silam, demi membantu anak anak SAD, meraih ‘mimpi – mimpi-nya’.

” Ya, begitulah kira kira, namun karena dijalani dengan hati yang senang, semua itu sepertinya bukan jadi penghalang untuk saya bisa terus berbuat, bagi anak anak SAD disana. Jika perjalanan mulus, maka 1 jam bisa saya tembus untuk sampai ke lokasi, namun jika ada masalah dijalan, tentu tak jarang harus memakan waktu tak kurang dari 1 setengah jam bahkan lebih,” Kata Suwanti, yang mengaku jika dirinya juga dibantu satu rekan se-profesinya untuk memberikan pembelajaran terhadap 60 total anak SAD dilokasi setempat.

Terkadang saat sampai dilokasi tambah Suwanti, dirinya juga harus memandikan sebagian anak SAD, sebelum proses belajar mengajar bisa berlangsung.

” Jadi memang jadwal waktunya tak menentu, jika anak – anak SAD tersebut sedang bersemangat, tak jarang proses belajar mengajar hingga petang menjelang,” Katanya.

Tidakkah merasa takut akan aktivitas-nya? Awal-nya memang ada rasa takut, namun lama kelamaan lanjut Suwati Ia semakin yakin, dengan niat tulus ini, mudah mudahan segala sesuatunya akan dimudahkan Allah, juga dijauhkan dari mara-bahaya.

” Enggaklah, saya yakin semua akan dimudahkan Allah, dibawah niat yang baik ini,”Tandasnya.

Pekerjaan yang tidak mudah tentunya? Memang berapa penghasilan yang diterima dari aktivitas tersebut? Menjawab pertanyaan tersebut, Suwanti hanya tersenyum.” Lumayan lah pak,  cukup untuk beli minyak bensin dalam satu bulan. Iya, sekitar 750 ribu/bulan. Disyukuri aja biar berkah,” Katanya diiringi senyum renyah-nya...BERSAMBUNG






















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here