Suwanti Sosok Wanita Hebat, ‘Sang Pendidik’ Anak Rimba Merangin (Bagian II) ” Tiap Hari, Saya Berjalan Kaki Sejauh 1 KM, Untuk Sampai Ke-lokasi SAD “

193
Suwanti saat mendidik anak anak SAD/Ist

MENJADI guru dan mendidik warga Suku Anak Dalam (SAD), dikawasan Makekal Ulu, Kecamatan Tabir Selatan, Merangin, jambi, sama sekali tak pernah terpikirkan sebelum-nya bagi sosok Suwanti. Dan hingga saat ini tak kurang dari 60 anak – anak dari warga SAD dibawah asuhan-nya. Berikut penelusuran jejakjambi.com.

Nova Diansyah (Chatur)- Merangin,Jambi

SEJAK tahun 2010, Suwanti sudah honor di berbagai sekolah, salah satunya, Ia sempat mengabdi di TK Dharma Wanita Al-Huda, Tabir Selatan, hingga 2012.

Bagi Suwanti, mengajar bukanlah hal yang baru, dan sudah menjadi bagian dari hidupnya. Namun, keinginannya untuk mengabdi dan membuat pintar warga  SAD, baru terbesit pasca kunjungan Presiden RI Jokowi terhadap warga  SAD dikawasan Bukit Dua Belas, Sarolangun, atau sekitar 2014 silam.

BACA JUGA : TIGA PENGGUNA SHABU DIAMANKAN

Iya, pasca kujungan orang nomor satui di Indonesia tersebut, Suwanti pun mendatangi Kadiknas Merangin yang saat itu dibawah pimpinan Mashuri (Wakil Bupati terpilih hasil Pilkada Merangin 2018,red), guna meminta persetujuan untuk menjadi guru honor bagi warga (SAD), diwilayah Tabir Selatan.

” Dan Alhamdulillah, keinginan saya tersebut dikabulkan Kadiknas Merangin. Tak heran, jika sejak saat itu sampai saat ini, saya masih terus berjuang untuk membuat pintar warga SAD. Oh ya, status saya sendiri baru diangkat jadi Honor Daerah (Honda), setelah dua tahun pengabdian bersama warga SAD atau sekitar 2016 lalu,” katanya, bercerita.

Diakuinya, lantaran warga SAD diwilayah Makekal, Tabir Selatan ini, masih hidup berpindah – pindah (nomaden,red), maka Ia pun, mau tak mau harus mengikuti kemana mereka berpindah, untuk terus memberikan pembelajaran bagi mereka (anak – anak SAD,red)

” Mereka (warga SAD,red) jika ada, salah satu dari keluarga mereka yang meninggal dunia, maka mereka akan berpindah tempat. Paling lama sekitar 8 – 12  bulan, baru mereka kembali ke-tempat semula. Makanya saya juga harus mendatangi tempat mereka yang baru, saat mereka berpindah tempat,” Terangnya.

Masih dikatakan-nya, hanya niat yang kuat-lah dirinya mampu bertahan dan memberikan ilmu terhadap anak – anak SAD tersebut. Apalagi sejak beberapa tahun terakhir, dirinya harus berjalan kaki menuju titik lokasi tempat mereka berada sejauh tak kurang 1 KM.

” Karena untuk menuju lokasi mereka saat ini, tidak bisa dilalui kendaraan Roda Dua (R2).  Saya pun harus bolak – balik berjalan kaki, sejauh 2 KM setiap hari guna menuju titik lokasi keberadaan mereka. Insa-Allah saya iklas melakukan pengabdian ini. Mudah mudahan, niat baik ini akan dibalas Allah dengan memudahkan pintu rezeki bagi saya dan lima rekan sprofesi saya, yang  peduli dengan pendidikan warga SAD,” Timpalnya.

Kesabaran dalam mengajar lanjut Suwanti, menjadi kunci keberhasilan dalam memberikan ilmu terhadap anak – anak SAD tersebut . BERSAMBUNG………….

 






















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here