Sosok Ainal ” Putra Minang” Hingga Segudang Prestasi Di bidang Seni

149
Ainal Syabri dan Penampilan Permainan alat musik tradisional/Ist

SEPINTAS, tampilan pria berkulit kuning lansat ini, tidak ada yang istimewa. Namun, jika bicara soal prestasi dibidang seni, bisa jadi sosok dengan nama lengkap Ainal Syabri, warga Minang, yang juga Mahasiwa aktiv semester VI, jurusan Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara ini, terbilang cukup wah..

Ya, berbagai prestasi dibidang seni, sudah diraihnya. Diantaranya, pada ajang nasional, Ainal menyabet juara 1 lomba musik tradisional di Solo 2014. Tak hanya itu, Ainal pun terpilih menjadi bagian dari group yang terpilih sebagai Launching Tour De Singkarak di Bali dan Jakarta.

Lebih dari itu, diajang internasional putra kelahiran tanah minang ini, sempat menjadi penampil istimewa kesenian tradisional minangkabau di Thailand dilanjut pada tahun 2018.

Bahkan saat itu, Ainal menjadi perwakilan Indonesia sebagai pelatih dan pemusik dalam ajang Indonesia, Malaysia, Thailand, Growth Triangle (IMT-GT) di Gelangang Mahasiswa USU yang merupakan program dari Kementrian Luar Negeri Indonesia.

Tak hanya alat musik daerah yang di kuasai Ainal, seperti Talempong, Saluang, Bansi, Rebana, dan Randai. Pada musik modern, Ainal sangat menguasai alat musik saksopon, gitar, mupun drum.

Melalui latihan yang rutin, kerja keras, usaha, dan niat yang besar, lebih dari cukup membuat Ainal mampu berkompetisi hingga tingkat internasional. Prestasi yang telah berhasil dicetak Ainal ini, cukup mengharumkan nama Sumatera Barat dan Indonesia.

Di Kota Medan sendiri sambil kuliah, Ainal pun terus mengembangkan karya seninya, dengan memberikan pelatihan sukarelawan alat musik Minang pada Lembaga Kesenian USU dan Ikatan Mahasiswa Imam Bonjol.

Tujuan-nya, tentu agar teman-temannya semakin mencintai budaya Minang, sehingga budaya Minang akan tetap terjaga ke-indahannya dan tidak punah ditelan zaman yang seakan sudah melupakan budaya dan adat-istiadat.

Bagi Ainal, musik merupakan sarana yang dapat mempersatukan orang-orang yang saat ini sering sekali termakan dengan isu SARA yang tengah hangat terjadi di tengah masyarakat Indonesia.

“ Poin terpenting dari sebuah kesuksesan ketika seseorang mau berusaha, belajar, dan tak lupa berdo’a,” tutupnya. (*)

PENULIS & SUMBER : Eileen Publisher Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Medan






















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here