Soal Tudingan Miring Proyek DD Desa Temalang, PMD Janji Kruscek ke Lapangan..!

341
Foto hanya ilustrasi/Ist

SAROLANGUN,- Tudingan miring, terkait indikasi tak beres terkait dua proyek Dana Desa (DD) 2019 Desa Temalang, Kecamatan Limun, Sarolangun, seperti-nya bakal memasuki babak baru.

Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa PMD Sarolangun Mulyadi mengatakan, jika pihaknya akan melakukan kruscek ke lapangan terkait kabar kurang meng-enakan disalah satu Desa yang ada di Sarolangun tersebut.

” Mudah – mudahan dalam waktu dekat, kita bisa kruscek terkait tudingan tak beres pada dua proyek yang ada di Desa Temalang tersebut. Jika memang ada indikasi tak beres disana, tentu kita minta untuk segera dibenahi. Karena sejauh ini, kita sifatnya hanya sebatas pembinaan,” Ungkap  Mulyadi Kadis PMD Sarolangun, saat ditemui diruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Ka-inspektorat Sarolangun Muslihadi hingga berita ini dirilis, masih belum berhasil dikonfirmasi terkait adanya indikasi dua proyek yang dituding bermasalah tersebut.    

Seperti pemberitaan sebelumnya, Gonjang – ganjing, dugaan tak beres proyek Dana Desa (DD) 2019, Desa Temalang, Kecamatan Limun, Sarolangun masih terus bergulir.

Dan yang terbaru, Hendri Suganda selaku anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Temalang, meminta kepada pihak intansi terkait, baik itu PMD, maupun Inspektorat Sarolangun untuk segera turun ke lokasi proyek DD 2019 tersebut, guna melakukan audit pada proyek Desa Temalang.

 “ Iya, setidaknya ada dua pekerjaan fisik di Desa Temalang yang rasanya perlu untuk  diaudit.  Selain proyek bangunan lapangan volly yang menelan dana Rp 116 Juta lebih, juga proyek drainase senilai Rp 200 Juta lebih,” Ujar Hendri Suganda anggota Badan Pengawas Desa (BPD) Desa Temalang, kepada jejakjambi.com baru – baru ini, seraya mengatakan agar persoalan tudingan tersebut, tidak terus melebar.

Bahkan menurut Hendri Suganda, untuk lapangan bolly tersebut, belanja yang tercantum di dalam Rancangan Anggaran Belanja (RAB), diduga kuat tidak sesuai dengan hasil pekerjaan dilapangan.

” Dan satu proyek lagi yang rasanya sangat perlu diaudit tak lain pembangunan Drainase di desa ini, sepanjang tak kurang 500 meter sesuai kesepakatan. 

” Selain proyek drainase ini diduga asal jadi, juga kita dapati dilapangan hanya dibangun 450 meter saja. Artinya ada pengurangan volume pekerjaan sepanjang 50 meter lagi,” Timpalnya. (*)

REPORTER : Maskur
EDITOR : Chatur

























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here