Soal RS Raudha, LSM Sapurata Buat Pengaduan Ke Gedung Rakyat

171
RS Raudha/foto jejakjambi.com

MERANGIN,JEJAKJAMBI.COM – Lama tak terdengar kabar dan perkembangannya,  diam – diam LSM Sapurata dibawah ketua Mirza SH, hari ini, (Selasa, 11/7,red) dipastikan bakal melayangkan surat pengaduan ke DPRD Merangin, terkait berbagai persoalan yang terjadi di RS Raudha tersebut.

Dalam surat laporan yang ditujukan terhadap ketua DPRD Merangin Zaidan Ismail, dengan nomor 008/LSMSAPURATA/07/2017  tersebut, jelas  jika pihak LSM mempertanyakan izin operasional RS Raudha yang diduga terkesan dipaksakan.

Kondisi tersebut dirujuk LSM Sapurata melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), Nomor 56 Tahun 2014. Dimana RS Raudha diduga tidak memiliki lahan parkir yang memadai, posisi letak bangunan RS Raudha diatas perbukitan dan terdapat tower disekitar RS, persoalan pembuangan limbah cair dan padat  yang diduga tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

“ Iya, demi kenyamanan warga  Merangin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, maka dari itu kami LSM Sapurata sudah melayangkan surat ke DPRD Merangin terkait berbagai persoalan yang terjadi. Dan besar harapan kami, kiranya pengaduan ini, dapat segera disikapi wakil rakyat Merangin. Dan terakhir benar, jika surat pengaduan terhadap wakil rakyat ini, akan kami layangkan hari ini (Selasa(11/7,red),” Tegas  Mirza SH, yang tak lain ketua LSM Sapurata, saat dibincangi jejakjambi.com.

Seperti pemberitaan sebelumnya, berbagai tudingan yang dilayangkan LSM Sapurata lewat somasinya terhadap RS Raudha beberapa waktu lalu, sempat ditanggapi pihak RS Raudha.

Direktur Rumah Sakit (RS) Raudha Dr Bismel sempat mengatakan,  dugaan tak layaknya RS Raudhah tersebut beroperasi, dengan alasan berbenturan  dengan Permenkes Nomor 56 tahun 2014, sama sekali tidak mendasar.

Bahkan secara umum, Dr Bismel mengaku sama sekali tidak ada persoalan dengan berbagai Permenkes Nomor 56 Tahun 2014 seperti yang ditudingkan LSM Sapurata dibawah ketua umum Mirza.

“ Misal, dugaan tak beres akan kehadiran tower (yang sebelumnya disebut sebagai SUTET, red) yang berada tak jauh dari lokasi RS, dari hasil literatur yang saya baca, soal tower itu sama sekali tidak ada persoalan,” Jelas Dr Bismel saat dibincangi jejakjambi.com, diruang kerjanya, beberapa waktu lalu, atau Selasa, (13/6).

Sedangkan terkait keberadaan parkir tambah Dr Bismel,  pihaknya mengklaim sudah memiliki parkir yang proporsional. “  Tak ada soal saya pikir soal parkir, memangnya kenapa ya,  itu parkir kita ada kok ,” Timpalnya .

Lalu bagaimana dengan pembuangan Limbah  RS ? Untuk pembuangan limbah sendiri lanjut Dr Bismel, hingga saat ini memang pihaknya belum melakukan pembakaran  sendiri, untuk limbah jenis medis (limbah padat, red).  Sedangkan limbah cair sudah tidak ada persoalan.

” Untuk berbagai limbah medis, memang  kita masih bekerja sama dengan pihak ketiga baik itu pengakutan limbah, yang selama ini kita menggunakan PT Biutekmika Bina Prima, yang selanjutnya,  berbagai sampah padat medis tersebut dilakukan pembakaran oleh PT Wastek Internasional yang berada di Cilegon, Banten, Tanggerang ,”  Terang Dr Bismel.

Lalu bagaimana dengan aturan Permenkes terkait larangan membangun Rumah Sakit (RS), diatas kawasan perbukitan?  Sayang pertanyaan tersebut, belum mampu disangkal sang dokter  .” Soal itu tanya saja terhadap pihak tata ruang Pemkab Merangin.  Gini saja, jika kami bermasalah, kenapa izin kami bisa keluar dan tak ada persoalan ,” Jelas sang dokter. (*)

REPORTER : Chatur























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here