Soal laporan LGMI, Inisial Ar Sangkal Lakukan Pungli Sertifikat Prona

204
Ilustrasi/Ist

MERANGIN, – Dugaan Pungutan Liar (Pungli), yang ditudingkan Lembaga Garuda Muda Indonesia (LGMI), Merangin, melalui laporanya ke Mapolres Merangin, beberapa waktu lalu, akhirnya mendapat sangkalan dari terlapor Ar, yang tak lain panitia penerbitan sertifikat prona Desa Simpang Limbur, Pamenang Barat, Merangin.

Melalui sambungan telepon inisial Ar mengatakan, jika apa yang ditudingkan LGMI tersebut sama sekali tidak benar.

” Tidak ada itu. Apalagi pungutan sampai angka jutaan rupiah. Yang ada saya hanya meminta uang administrasi senilai Rp 200 ribu, sesuai dengan SK tiga menteri yang diterbitkan atas kepenguruan sertifikat prona tersebut,” Jelas Ar coba mengklarifikasi persoalan ini, terhadap jejakjambi.com.

Selain menyangkal tudingan tersebut, inisial Ar juga coba mengklarifikasi jika kuota untuk dsertifikat prona 2017, yang di dapat Desa Limbur Merangin, bukan 1.300, namun hanya sebanyak 1000 kuota.

” Meski demikian, sebagai warga negara yang taat hukum, maka saya siap berproses hukum atas laporan LGMI ini, ” Jelasnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Dugaan Pungutan Liar (Pungli), lewat pembuatan program sertifikat prona, kembali menggelinding, di Bumi Tali Undang Tambang Teliti Merangin.

Kebocoran dugaan Pungli lewat pembuatan sertifikat prona 2017 ini, diketahui dari laporan Lembaga Garuda Muda Indonesia (LGMI), Merangin, dibawah koordinator Fitri.

Melalui lembaga-nya tersebut, Fitri mengaku sudah melaporkan adanya dugaan Pungli pembuatan sertifikat prona ini, ke Mapolres Merangin, Rabu (18/7), atau sekitar pukul 12.00 WIB.

” Ya, ada dugaan Pungli pembuatan sertifikat prona tahun 2017, dengan angka jutaan rupiah yang kami temukan dari hasil investigasi LGMI.

” Oknum berinisial Ar, yang tak lain wakil BPD Desa Simpang Limbur, Pamenang Barat, yang kami laporkan dalam kasus ini,” Ujar Fitri  koordinator LGMI Merangin, kepada jejakjambi.com.

Melalui laporan yang sudah dilayangkanya tersebut, Fitri berharap terhadap Polres Merangin dapat cepat mensikapi-nya, guna diproses hukum.

” Sejauh ini, ada dua pengakuan warga diatas materai 6 ribu yang kami dapat, jika kedua warga tersebut dipungli atas pembuatan sertifikat prona oleh pelaku inisial Ar, senilai 1,5 juta – 1,6 Juta,” Timpalnya seraya mengatakan, jika ditahun 2017, program pembuatan sertifikat prona di Desa Limbur Merangin tercatat kuota 1.200 program sertifikat prona.

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Sandi Mutaqqin P saat dikonfirmasi mengatakan, akan segera menkrus-cek laporan LGMI Merangin.

” Nanti kita segera krus cek laporan tersebut, untuk ditindak lanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” Ucap AKP Sandi.

Setidak-nya… Adanya laporan LGMI Merangin atas dugaan Pungli sertifikat prona ini, muncul sedikit pertanyaan? Mungkinkah inisial Ar yang dituding melakukan Pungli tersebut, bekerja sendiri tanpa adanya keterlibatan pihak BPN selaku leading sektor pembuatan program sertifikat prona yang merupakan program pembuatan sertifikat gratis bagi warga ini?

Hingga berita ini direalise  pihak BPN Merangin masih belum berhasil dikonfirmasi. (*)

REPORTER : Chatur













LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here