Soal Laporan AMPS, Dinas PMD Sarolangun Pilih Bungkam..!

265
Kadis PMD Sarolangun saat mendatangi kantor AMPS/Ist

SAROLANGUN,- Demontrasi yang dilakukan Aliansi Masyarakat Peduli Sarolangun, atau biasa disebut (AMPS) beberapa waktu lalu, terkait laporan adanya dugaan kasus korupsi, dana DD, ADD hingga Dana P2DK di 21 Desa yang ada di Sarolangun masih menyisakan persoalan.

BACA JUGA : Gawat..! Dimenu Makan Pasien Menempel Telur Lalat..? Ini Terjadi di RSUD Chatib Quzwain

Saat demo berlangsung Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sarolangun Mulyadi, sempat meminta pihak AMPS untuk tidak melakukan aksi demontrasi, sebelum pihaknya melakukan kruscek atas laporan tersebut, dengan batas waktu 27 Januari 2020.

BACA JUGA : PT AIP Dalam Pusaran Persoalan..? Lagi, Perusahaan TBS Satu Ini Dituding Serobot Lahan Warga

“Ya, pada Rabu, (22/01) lalu itu, kami mau mengadakan demontrasi tekait dugaan korupsi 21 Desa Dikabupaten Sarolangun. Demo sendiri terjadwal akan dilakukan di kantor Bupati Inspektorat, dan kantor PMD,  atas ketidak ada penyelesaian laporan kami pihak AMPS.  

“ Tiba  – tiba sekitar pukul 09.00 WIB Kadis PMD Sarolangun Mulyadi mendatangi kantor AMPS, dan minta waktu hingga 27 Januari guna mensikapi laporan tersebut.

BACA JUGA : Wabup Sarolangun Angkat Bicara Terkait Temuan Telur Lalat Dimenu Makan pasien..!

” Namun sampai deadline berakhir, hingga kini belum ada kejelasan dari pihak DPMD Sarolangun terkait laporan yang kami layangkan apa hasil kruscek yang dilakukan pihaknya,” ungkap Marsudi, yang mengaku sebagai Korlap AMPS bertutur kepada jejakjambi.com, baru – baru ini.

Terpisah Kadis Kadis PMD Sarolangun Mulyadi masih belum memberikan tanggapan, saat coba dikonfirmasi via aplikasi WhatsApp, terkait hasil kruscek yang dilakukan pihaknya. (*)

REPORTER : Maskur
EDITOR : Chatur












>




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here