Soal Keretakan Rumah Warga, PT Sugun Tunggu Analisa Tim Teknis..! Ups,,, Perusahaan Ini Juga Tak Kantongi Izin Andalalin?

46
ILUSTRASI/Ist

MERANGIN,JEJAKJAMBI, Apa kabar soal laporan keretakan rumah, dikawasan Desa Limbur Merangin, Kecamatan Pamenang Barat, yang diduga akibat dilintasi mobil pengangkut Crude Palm Oil (CPO), buah hasil produksi PT Sumber Guna Nabati atau PT Sugun.

Ketua Komisi III Badri Husin ketika dibincangi mengatakan, soal laporan warga melalui Idris yang tak lain Kepala Desa (Kades) Limbur Merangin beberapa waktu lalu, pihaknya sudah melakukan pemantauan atas laporan warga yang meng-klaim kediaman warga setempat, retak – retak imbas dari aktivitas mobil pengangkut CPO milik PT Sugun tersebut.

“Dan dari hasil pemantauan kita dilokasi, keretakan rumah warga tersebut benar adanya. Makanya, kita meminta Pemkab Merangin untuk membentuk tim teknis, diantaranya terdiri dari Dishub, maupun Dinas PU Merangin. Dan kami minta tim teknis ini segera melaukan analisa dan memberikan kesimpulan atas laporan warga itu.

Sehingga lanjut politisi dari Partai Nasdem ini, hasil analisa tim teknis bentukan Pemkab Merangin ini, bisa menjadi rujukan kecil untuk sebuah kebijakan.

“Apakah betul kerusakan rumah warga tersebut, disebabkan angkutan berat CPO yang dilakukan PT Sugun, atau karena faktor lain. Jika benar akibat angkutan CPO PT Sugun, maka sebagai wakil rakyat, kami berharap PT Sugun bisa membantu kediaman warga yang rusak akibat aktivitas itu,” Ungkap Badri Husin saat dibincangi jejakjambi.com,via ponsel baru – baru ini.

Tak berbeda jauh, Lilik Gunawan yang juga anggota DPRD Merangin dari komisi III, membenarkan jika beberapa waktu lalu sempat menjembatani laporan warga atas keretakan rumah warga dikawasan Limbur Merangin, yang katanya disebabkan aktivitas mobil pengangkut CPO milik PT Sugun.

“Makanya kita minta terhadap Pemkab Merangin untuk segera membentuk tim teknis guna menuntaskan persoalan ini agar tidak berlarut. Pasalnya rumah warga  yang rusak, yang diduga akibat dilintasi mobil pengakut CPO tersebut, jumlahnya cukup banyak, atau tak kurang dari 27 rumah hasil temuan kita dilapangan, meski laporan ter-suratnya sebanyak 39 rumah warga yang rusak,” Jelasnya.

Sementara itu, meskipun Dinas PU Merangin yang tak lain salah satu tim teknis bentukan Pemkab Merangin, masih belum berhasil dikonfirmasi namun Kadis Perhubungan Merangin Syafraini, yang juga masuk dalam tim teknis bentukan Pemkab Merangin, membenarkan adanya laporan warga Limbur Merangin.

Bahkan menurut Syafraini atau akrab dipanggil Kanceng ini, meski perusahaan PT Sugun tersebut sudah cukup lama beroperasi, namun perusahaan yang bergelut dibidang Oil ini sama sekali belum memiliki izin Dampak Lalu Lintas (Andalalin).

“Mereka (perusahaan PT Sugun,red) baru menyampaikan permohonan Andalalin beberapa waktu lalu terhadap kita. Semustinya, sebelum IMB  pembangunan pabrik keluar, izin Andalalin mereka sudah lebih dulu ada. Dan saat ini Izin Andalalin-nya sedang kita proses menjadi manajemen rekayasa lalulintas, ” Jelasnya, seraya mengatakan terkait hasil analisis tim teknis, soal keretakan rumah warga, sepengetahuanya masih belum keluar.

Lalu bagaimana tanggapan PT Sugun terkait polemig atas pengaduan warga tersebut? Yatno Humas PT Sugun saat dikonfirmasi, tidak menapik adanya laporan warga ke DPRD, yang mengklaim keretakan rumah warga tersebut akibat angkutan CPO perusahaanya.

” Kita tunggu saja, hasil kajian tim teknis bentukan Pemkab Merangin. Apakah benar kerusakan rumah warga tersebut, imbas dari angkutan Oil yang kita lakukan atau justru karena faktor lain. Jika memang benar barulah kita bicarakan lagi untuk mencari solusi terbaik,” Katanya.

Terkait belum adanya Izin Andalalin PT Sugun? Menanggapi pertanyaan tersebut, Yatno hanya mengatakan jika saat ini izin Andalalin dalam proses penerbitan.” Lagi diproses itu Izin Andalalinya,”Singkatnya. (*)

REPORTER : Rhomadan.C
EDITOR : Chatur






LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here