Soal Kebocoran Aliran Dana BOS SD 277/VI, Dua Oknum Guru Siap Bersaksi

216
MOMEN : Kepsek Sekolah SD 227/VI Tanjung Benuang Evamawati, dalam sebuah momen. Foto Istimewa.

MERANGIN –  Dugaan tak beres pada aliran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),  SD No 277/VI Tanjung Benuang II, Pamenang Selatan, Merangin,  terus bergulir. Tak hanya LSM Aliansi  Guru Swasta & Tata Usaha Sekolah (Agustus), Merangin dibawah pimpinan Taufik yang coba membongkar kasus tersebut kepermukaan, namun dua oknum guru SD setempat juga berani memberikan keterangan terhadap Jejakjambi.com terkait polemig  yang menimpa sekolah tersebut.

Tak hanya soal dana BOS, Dua oknum guru yang wanti – wanti minta namanya diinisialkan saja ini, juga berani  menuturkan terkait ketidakberesan pada aliran dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang didapat sekolah tersebut.

” Kami disekolah ini sudah cukup resah dengan pola kepemimpinan Ibu Evamawati, sebagai Kepsek. Dimana sepanjang 2016, sekolah kami yang semustinya per – triwulan mendapatkan kucuran dana BOS sekitar 45 juta, hanya dikucurkan beliau senilai Rp 17 Juta. Gimana kami tak resah. Dan itu terjadi sepanjang tahun 2016.   Sayang anggaran dana BOS untuk tahun 2017 ini, belum ada yang cair, mudah -mudahan jika nanti cair, aliran dana BOS tersebut bisa utuh, karena itu memang haknya anak didik disini, ” Ungkap salah seoarang guru setempat berinisial JH, kepada jejak jambi com, kemarin.

Lain JH, lain pula yang dikatakan MH juga guru setempat.  Dikatakan MH, setiap aliran dana BOS mengucur Kepsek hanya memberikan kucuran dana tersebut terhadap bendahara dana BOS senilai Rp 17 Juta . ” Dan kami siap bersaksi terhadap aparat hukum, jika dibutuhkan. Dan soal aliran dana Program Indonesia pintar, juga disinyalir sudah terjadi kebocoran disekolah ini.   Dimana Kepsek setempat memukul rata kucuran dana tersebut terhadap wali murid dengan angka Rp 225 Ribu/siswa.  Padahal penerima dana PIP  senilai angka tersebut hanya diperuntuhkan bagi siswa kelas satu, karena untuk kelas 2-6 kucuran aliran dana PIP tersebut semustinya 450 Ribu/siswa,” Beber MH.

Lagi – lagi ditempat terpisah Kepsek SD 277/VI Evamawati menyangkal keras tudingan tersebut. Bahkan orang nomor satu disekolah tersebut meminta media untuk tidak terlalu membesar besarkan persoalan tersebut .” Siapa guru itu, saya tidak pernah melakukan itu semua. Untuk  biaya guru dan kegiatan ekstrakurikuler saja per-triwulan saya harus keluarkan dana BOS sekitar  Rp 22 Juta. Jadi itu kabar benar benar enggak betul intinya, ” Sangkalnya lagi.

Sejauh ini, Plt Kadiknas Merangin M Zuber belum berhasil dikomfirmasi terkait persoalan tersebut. Beberapa kali dihubungi via  ponsel orang nomor satu ditubuh dunia pendidikan Merangin tersebut, masih bernada tak aktiv. Seperti pemberitaan sebelumnya, Ratusan juta dana Bantuan Operasional Sekolah  atau akrab dengan sebutan (BOS), sepanjang 2016, disinyalir kuat “Ditilep” Kepsek SD No 277/VI Tanjung Benuang II, Pamenang Selatan, Merangin.

Tak hanya sebatas itu saja,  dugaan lain Dana Program Indonesia Pintar (PIP), yang juga mengalir disekolah setempat tahun 2017, juga disinyalir kencang  mengalir tak wajar, terhadap anak didik disekolah tersebut.

Dugaan tak beres  yang diduga dilakukan  Kepala Sekolah (Kepsek) setempat, yang belakangan diketahui bernama  Evamawati tersebut, dibongkar Taufik yang tak lain Ketua LSM  Aliansi  Guru Swasta & Tata Usaha Sekolah (Agustus), Merangin,  kepada jejak jambi, kemarin petang.

“ Saya sudah melakukan investigasi panjang terkait persoalan tak beresnya aliran dana BOS hingga dana PIP yang dikelolah sekolah  itu. Bahkan kasus ini,  dalam waktu dekat segera akan saya laporkan terhadap aparat terkait, guna memberikan efek jera terhadap pelaku,”  Tegas Taufik.

Sedikit diuraikan Taufik, jika dana  BOS disekolah  setempat sepanjang 2016 mendapatkan kucuran dana tak kurang dari Rp 45 Juta/ triwulan, dengan jumlah siswa  SD setempat sekitar 228 siswa.  “ Dan setiap pencairan per-triwulan, dana tersebut hanya mengalir  ke sekolah tersebut senilai Rp 17 Juta, dan sisanya tak jelas kemana larinya. Dan ihwal persoalan tersebut terjadi sepanjang 2016.

“ Coba saja hitung jika dikali 4 kali pencairan dana BOS sepanjang 2016, bukankah angka dana aliran dana  BOS yang tidak jelas itu mencapai angka ratusan juta. Dan jika Surat Pertanggung Jawaban (SPJ), sesuai dengan angka dana BOS SD setempat yang diterima, itu disinyalir kuat  sudah direkayasa Kepsek setempat,”  Ungkap Taufik lagi.

Sedangkan untuk dana PIP tambah Taufik, sekolah tersebut mendapatkan kucuran dana tak kurang dari Rp27 Juta, untuk kebutuhan 82 siswa yang disetujui dalam pengajuan dana PIP. Sesuai aturan main lanjut Taufik,  untuk siswa kelas 1 SD, itu mendapatkan kucuran dana per siswa senilai Rp 225 Ribu, sedangkan siswa kelas 2 hingga kelas 6 mendapatkan kucuran bantuan dana PIP  450 Ribu. “  Nah, dari  total 82 siswa setempat yang mendapatkan dana bantuan PIP tersebut, tercatat ada sekitar 42 siswa kelas 1, sedangkan 40 siswa lagi tercatat murid kelas 2 – 6. Dan dana tersebut, dipukul rata dalam penyaluranya dimana satu siswa tanpa mengenal kelas hanya mendapatkan kucuran Rp 225 Ribu. Sisanya, lagi – lagi entah kemana larinya,” Tukasnya. (*)

REPORTER : Chatur

 







LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here