Sejumlah Rekanan Tuding Dua Proyek Pasar Tradisional Merangin, Terindikasi Terjadi Pengkondisian Tender?

44
ILUSTRASI/IST

MERANGIN,JEJAKJAMBI,- Dua proyek pembangunan pasar tradisional lewat aliran dana APBD Merangin 2017, diduga kencang terjadi pengkondisian pemenang tender. Unit Layanan Pengadaan (ULP), melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Merangin justru disebut – sebut para rekanan sebagai “biang” pengkondisian tender kedua proyek dimaksud.

Dua proyek dibawah naungan Diskoperindag yang disinyalir bermasalah itu tak lain, proyek pembangunan pasar tradisional Rantau Panjang, Tabir, dengan pagu proyek senilai Rp 719 Juta lebih. Kemudian proyek pembangunan pasar Desa Lantak Seribu, Renah Pamenang, juga dengan nilai pagu proyek yang sama atau Rp 719 Juta.

Kepada jejakjambi.com salah satu rekanan berinisial SL yang juga ambil bagian dalam tender proyek tersebut mengaku sangat kecewa berat dengan ULP melalui LPSE Merangin, yang terindikasi ada  “main mata” terkait lelang proyek tersebut.

Kok dituding demikian? Menanggapi hal itu, rekanan berinisial SL mengatakan, ada beberapa kejanggalan yang terjadi pada proses lelang tender kedua proyek pasar itu. Selain minimnya peserta lelang yang coba melakukan penawaran, juga para pemenang tender justru yang menawar lebih tinggi, jika dilihat dari nilai pagu proyek.

“Alasanya pihak ULP kita gugur dalam tender proyek tersebut, ada pada metode pelaksanaan. Sedangkan kami sendiri tidak bisa melihat mekanisme metode pelaksanaan, sang pemenang tender,” Timpalnya.

Tak hanya rekanan berinisial LS, yang mengeluhkan indikasi kuat adanya pengkondisian tender proyek yang dilakukan ULP melalui LPSE Merangin. Rekanan berinisial AY juga mengatakan hal yang sama.” Proyek pasar Desa Lantak Seribu juga terindikasi pengkodisian tender, lagi – lagi nilai tawar terendah yang kami lakukan juga digugurkan. Lagi – lagi alibi mekanisme metode pelaksanaan, menjadi senjata ULP LPSE untuk mengugurkan kami sebagai pemenang tender,” Jelasnya.

Ditambahkan rekanan lainnya berinisial HL, jika memang LPSE melalui ULP tidak bisa fear dalam melaksanakan lelang, lalu apa guna tender proyek yang dilakukan ULP melalui LPSE.” Dan tak berlebihan jika saya mengatakan jika kedua proyek tersebut, sudah masuk angin lebih dulu, alias terjadinya pengkondisian,” Tukasnya kesal seraya mengatakan, jangan – jangan untuk tender kedua proyek tersebut, merupakan titipan pejabat melalui ULP LPSE.

Lalu apa yang akan dilakukan rekanan terkait persoalan ini? Mensikapi pertanyaan tersebut, rekanan berinisial SL mengatakan, sejauh ini pihaknya bersama rekanan lain, tengah mengumpulkan berbagai Barang Bukti (BB), terkait indikasi pengkondisian tender proyek tersebut.” Jika memang aroma pengkondisian tender proyek ini semakin mengerucut, maka bukan tidak mungkin persoalan ini, akan kami laporkan terhadap aparat terkait,” Tegasnya.

Sementara itu, kendati Masdipia Kepala ULP Merangin, belum berhasil dikonfirmasi terkait indikasi pengkondisian tender proyek, namun data yang didapat jejakjambi.com dari LPSE Merangin secara online, benar jika kedua tender proyek tersebut, justru dimenangkan rekanan yang menawar jauh lebih tinggi dari kedua rekanan yang melakukan penawaran paling rendah, jika dilihat dari pagu proyek.

Berikut data pemenang tender, dan rekanan yang ambil bagian dalam penawaran tender proyek bersumber dari LPSE Merangin. Pembangunan proyek pasar Rantau Panjang, Tabir, Nilai proyek 719 Juta, pemenang tender CV Putra Merangin dengan nilai tawar Rp 715 Juta, sedangkan dua rekanan lainnya yang melakukan penawaran PT Fiko Putra Merangin nilai tawar Rp 699 Juta, dan penawaran lainnya dilakukan CV Pesona Merangin dengan nilai tawar Rp 718 Juta.

Sedangkan untuk proyek pasar Desa Lantak Seribu, Renah Pamenang dengan nilai proyek 719 Juta, dimenangkan CV Berkah Pratama dengan nilai tawar 718 Juta. Dan dua rekanan lainnya yang harus tersingkir dalam penawaran, tak lain CV Ade Putra Bungsu dengan nilai tawar Rp 644 Juta, dan CV Karya Jaya dengan nilai tawar Rp 690 Juta. (*)

REPORTER : Chatur






















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here