Satu Hari Tak Kurang Dari 6 Ton Solar Tersuplai Untuk Aktivitas PETI Muara Siau..! Dari Mana Mereka Dapatkan Pasokan Solar Tersebut Setiap Hari..? (Bagian I)

843
Gambar ilustrasi/Ist

MERANGIN,- Tak terbantahkan sudah, aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), diwilayah Muara Siau, Bumi Merangin, sejak setengah tahun terakhir menjadi objek bisnis ilegal yang cukup ‘menggiyurkan banyak pihak.

Puluhan alat berat, nyaris setiap hari bergerak melakukan aktivitas terselubung, didua titik lokasi tersebut tanpa ada rasa takut akan tersentuh aparat.

Selain, tercatat nama Desa Muara Siau, dengan titik lokasi PETI Sungai Landu, juga terdapat nama Desa Rantau Panjang, dengan titik lokasi Sungai Nuang.

Dari data yang didapat jejakjambi.com dari dua titik lokasi PETI tersebut, saat ini sedikitnya terdapat sekitar 20 alat berat melakukan aktivitas PETI, baik siang maupun malam.

Nah, dari kabar sederhana diatas, muncul beberapa pertanyaan sederhana? Berapa jumlah BBM jenis solar yang dibutuhkan puluhan alat berat yang setiap hari melakukan aktivitas PETI disana?

Dari mana alat berat tersebut mendapatkan pasokan solar setiap hari? hingga berujung pertanyaan mungkinkah, aparat terkait tak mampu melakukan penyetopan suplai BBM solar saja, agar aktivitas terselubung ini akan terhenti dengan sendirinya, jika solar tak tersuplai ke lokasi PETI?

Salah satu sumber jejakjambi.com, yang tak lain salah satu pengusaha rental alat berat dengan lokasi Jambi coba mengkalkulasi berapa jumlah solar yang wajib tersuplai ke wilayah Muara Siau agar sejumlah alat berat tersebut bisa bergerak sempurna?

Dikatakan sumber yang minta namanya diinisialkan KC ini mengaku, untuk satu alat berat jika bergerak selama 24 jam dalam satu hari, maka satu alat berat tersebut sedikitnya membutuhkan 10 galon solar, dengan rincian satu galon 30 liter solar.

” Sederhananya, jika satu alat berat butuh 10 galon solar saja, maka jika dikali 20 alat berat saja yang katanya ada di lokasi PETI Muara Siau, maka dipastikan 6 ribu liter atau 6 ton Solar setiap hari dibutuhkan diwilayah Muara Siau hanya untuk aktivitas PETI saja dilokasi,” Jelas sumber CK yang minta namanya benar – benar minta dirahasiakan, saat dibincangi jejakjambi.com, diruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Lebih jauh inisial CK juga mengatakan, maka jika dirupiahkan, angka yang keluar hanya untuk pasokan solar, dibutuhkan anggaran tak kurang dari Rp 46 juta/hari.

” Itu jika dikalkulasi satu galon solar dihargai Rp 230 Ribu saja setibanya dilokasi PETI,” Jelasnya lagi.

Lalu dari mana mereka mendapatkan pasokan BBM jenis solar tersebut? Dari berbagai informasi yang didapat jejakjambi  di lokasi, teryata terdapat tiga lokasi yang diduga menjadi  objek untuk mendapatkan BBM jenis solar tersebut.

Selain pasokan BBM solar, diduga didapat dari salah satu SPBU wilayah Merangin, juga BBM solar didapat dari kabupaten tetangga, yakni Bungo, dan Kabupaten Damasraya. ( Bersambung,red)

REPORTER : Rabu Iskandar
EDITOR : Chatur 

 






















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here