Sang Cakada Terlilit Hutang Rp 15 Miliar, Terjebak Para Pria Berambut Cepak di Terminal III Bandara Soekarno Hatta. Lalu Apa Yang Terjadi? Ups,,,,

30
TERMINAL : Sukarno Hatta International Airport Terminal 3/foto Ist

MERANGIN,JEJAKJAMBI,- Mungkin pembaca masih ingat, kabar beberapa waktu lalu, salah satu Calon Kepala Daerah (Cakada) Merangin sempat dicari – cari para pria berambut cepak, lantaran diduga terlilit hutang dengan angka yang cukup fantastis, atau tak kurang dari Rp 15 Miliar.

Kabar ter-anyar yang sempat kembali didapat jejakjambi.com dari berbagai sumber, jika salah satu Cakada Merangin yang ditenggarai terlilit hutang yang tidak sedikit tersebut, akhirnya terjebak para pria berambut cepak, saat sang Cakada baru tiba di Terminal III, Bandar Udara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tanggerang, dengan menggunakan pesawat Garuda, atau terjadi  sekitar sepekan terakhir

Setidaknya, terdapat dua versi yang didapat jejakjambi.com dari berbagai sumber, saat terjadinya pertemuan antara Sang Cakada dengan para pria berambut cepak dikawasan terminal III tersebut.

Versi pertama, jika sang Cakada sempat dibawah para pria berambut cepak ke Markas Brimob Kelapa Dua, Depok,  Jawa Barat, untuk menyelesaikan persoalan piutang tersebut. Setelah persoalan tuntas dengan surat perjanjian, barulah kemudian sang Cakada kembali bisa melakukan aktivitasnya.

Versi kedua, Sang Cakada tidak sempat dibawa ke Markas Brimob Kelapa Dua, Depok,  Jawa Barat, lantaran persoalan tersebut, bisa diselesaikan dibandara tersebut, juga dengan surat perjanjian yang ditandatangani.

Surat perjanjian seperti apa yang diinginkan para pria berambut cepak tersebut? Seperti dikatakan sumber jejakjambi.com yang wanti – wanti minta namanya benar – benar tidak dicatut mengatakan, saat Sang Cakada terjebak dan tak bisa mengelak lagi dari pertemuan itu, para pria berambut cepak yang katanya jumlahnya mencapai puluhan ini, minta  sang Cakada untuk segera menyelesaikan persoalan piutang itu.

Bahkan agar janji Sang Cakada kembali tidak meleset, masih dari informasi sumber jejakjambi.com, Sang Cakada diminta untuk menandatangi surat perjanjian, terkait batas waktu pengembalian uang Rp 15 Miliar, yang disinyalir merupakan hutang Sang Cakada.

” Setahu saya begitu, saat para pria berambut cepak itu bertemu dengan Sang Cakada di bandara tersebut, Sang Cakada diminta untuk menandatangani surat perjanjian didepan notaris, agar dia (Sang Cakada,red) bisa mengembalian piutang tersebut, hingga batas waktu satu bulan terhitung saat surat perjanjian tersebut ditanda tangani Sang Cakada,” Timpal sumber jejakjambi.com, yang  ‘kuekue’ tak ingin menyebut nama, siapa sang Cakada dimaksud. (*)

REPORTER : Chatur






LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here