Rp 200 Juta Dana Desa Diduga Digunakan Untuk Bangun Rumah Ibadah..! Apakah Diperbolehkan? Ini Terjadi di Sekancing Ilir..

1153
Masjid Desa Sekancing Ilir/dokumen jejakjambi.com

MERANGIN, – Kucuran Dana Desa (DD) 2017, yang terdapat di Desa Sekancing Ilir, Tiang Pumpung, Merangin, diduga kuat masih menuai persoalan.

Kabar terbaru yang didapat jejakjambi.com, tak kurang Rp 200 Juta DD setempat, teryata dikucurkan untuk pembangunan rumah peribadatan atau Masjid yang ada di Desa setempat.

Kondisi tersebut, tidak ditapik  Suardi  yang tak lain salah satu anggota Badan Pemberdayaan Desa (BPD) setempat saat dikonfortir jejakjambi.com.

” Setahu saya bukan Rp 300 Juta, yang digunakan untuk membantu pembangunan Masjid setempat, namun Rp 200 Juta. Selain itu sebagai pengawas pengunaan dana Desa, sepengetahuan kami sebelum dana tersebut digunakan untuk pembangunan Masjid setempat, sudah terlebih dulu meminta persetujuan pihak Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Merangin. Kalau toh dianggap bermasalah DD digunakan untuk hal tersebut, kenapa dana tersebut bisa mengalir,” Jelas Suardi.    

Menarik, sebelumnya Kades Sekancing Ilir Afrizal mengaku tidak ingat pasti, berapa kucuran DD yang diperuntukan untuk pembangunan Masjid tersebut.

” Saya tak ingat begitu pasti, berapa total anggaran DD yang digunakan untuk pembangunan Masjid tersebut, karena kucuran dana tersebut terjadi 2017 silam,” Ungkap Afrizal saat itu.

Lalu bagaimana tanggapan Kepala BPMPD Merangin yang tak lain leading sektor perpanjangan tangan pengunaan Dana Desa? Sejauh ini, M Ladani belum memberikan tanggapan terkait persoalan yang terjadi di Desa setempat.

Beberapa kali dihubungi via ponsel, maupun via whatsapp, hanya terlihat dibaca saja, tanpa memberikan tanggapan terkait pengunaan dana desa yang pertanyakan.

Dilain kesempatan Ka-inspektorat Merangin Hatam Tafsir mengaku, sesuai aturan DD tersebut, hanya bisa digunakan untuk rehab kecil bangunan peribadatan. Dengan syarat persoalan utama pembangunan infrasturktur yang dibutuhkan warga Desa sudah terpenuhi. Selain itu, juga harus ada izin Bupati Merangin.

” Kalau nilai kucuran dana untuk bantuan pembangunan Masjid sudah mencapai angka Rp 200 Juta, saya pikir itu bukan rehab lagi, namun lebih ke pembangunan baru namanya. Kuat kemungkinan sudah menyalahi aturan. Nanti akan kita krus cek dulu persoalan itu,” Tukas Hatam. (*)

REPORTER :  Rabu Iskandar
EDITOR : Chatur













LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here