Riyanto Alias Yanto Ayam Dituding Mafia Pupuk Subsidi

223
Ilustrasi/Foto Ist

MERANGIN,JEJAKJAMBI.COM – Siapa sebenarnya Riyanto, yang sebelumnya, dituding banyak pihak sebagai menyuplai pupuk subsidi tak lazim di Merangin, terutama wilayah Pamenang Barat?  Sedikit demi sedikit, jejak rekam pria yang satu ini mulai terkuak kepermukaan.

Dari hasil penelusuran jejakjambi.com,  disekitar wilayah B4 Pamenang Barat, selama dua hari terakhir,  diketahui selain Riyanto alias Yanto ayam ini,  dikenal sebagai penyuplai pupuk subsidi jenis Phonska, bukan pada tempatnya, kabar lain yang didapat dari berbagai sumber, Riyanto alias yanto Ayam  bukan pemain baru didunia kotor permainan pupuk subsidi.

“ Itu pemain lama pupuk subsidi pak. Mungkin dia punya beking yang kuat sehingga tak pernah tertangkap aparat saat melancarkanj aksinya ,” Jelas pria berinisial RK, salah seoarang warga B4, Pamenang Barat, yang minta namanya diinisialkan saja, saat bertutur kepada jejakjambi.com, baru – baru ini.

Dilain pihak, masih dari hasil penelusuran jejakjambi com, dari salah satu distributor pupuk untuk wilayah Pamenang Barat,  kembali  jejakjambi,com mendapati informasi jika nama Riyanto alias Yanto Ayam sama sekali tidak tercatat sebagai pengecer  resmi pupuk subsidi wilayah setempat.

” Rasanya tidak ada nama pengecer pupuk subsidi kami diwilayah setempat atas nama Riyanto alias Yanto Ayam,” Jelas Anto yang tak lain salah satu distributor pupuk subsidi, saat dibincangi, jejakjambi.com, via ponsel.

Dilain kesempatan Mirza  Ketua Umum (Ketum) LSM Sapurata menegaskan, jika dari hasil investigasi LSM Sapurata, ada dugaan jika Riyanto alias Yanto Ayam, terindikasi kuat sebagai pemain pupuk subsidi tak wajar, dengan wilayah operasional wilayah Pamenang Barat dan sekitarnya.

“ Dari berbagai barang bukti yang kami dapat dilapangan terkait penyimpangan pupuk subsidi jenis Phonska yang ditenggarai dilakukan Riyanto alias Yanto Ayam ini, akan kami  laporkan ke Mapolres Merangin. Dan rencananya, laporan akan dilayangkan LSM Sapurata, Jumat (2/6), mendatang,” Tegas Mirza tak ragu.

Besar harapan Mirza,  melalui laporan pihaknya nanti,  baiknya berbagai pihak yang berhubungan dengan pengawasan pupuk subsidi di Merangin, dapat turut serta mensikapi laporan tersebut .” Laporan ini sengaja akan kami layangkan guna memberikan efek jera terhadap pelaku. Dan kami tak akan main – main soal kasus yang satu ini ,” Tukas Mirza lagi.

Lalu bagaimana tanggapan Riyanto alias yanto ayam  atas tudingan tersebut? Dihubungi via ponsel Riyanto menyangkal jika disebut pemain pupuk subsidi.”   Saya ini sifatnya hanya membantu petani yang membutukan pupuk subsidi.  Dan berbagai pupuk yang saya dapat, selain saya dapat dari Sarolangun, juga dari  KabupatenTebo,” Ungkap Riyanto menyangkal tanpa beban.

Seperti pemberitaan sebelumnya, kesulitan para petani di Bumi Tali Undang Tambang Teliti, Merangin untuk mendapatkan pupuk subsidi, sedikit terjawab. Diduga pupuk berlogo ‘dibawah pengawasan pemerintah’ tersebut, kerap terjadi penyimpangan saat dilakukan penyaluran pupuk ditingkat petani.

Dan baru – baru ini, dibawah genderang perang Mirza yang tak lain ketua umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapurata, mendapati laporan dari masyarakat, terkait keberadan tumpukan karung berisi pupuk bersubsidi jenis Phonska dengan jumlah tak wajar, dipekarangan salah seoarang warga diwilayah Desa Pulau Tujuh (B4), Pamenang Barat, Merangin.

Berbuah laporan tersebut Mirza mengaku, pihaknya coba mensambangi rumah cukup mewah tersebut, yang belakangan diketahui pemilik rumah tersebut bernama Suroto. Sayang lanjut Mirza, saat pihaknya tiba dikediaman Suroto, Selasa, (30/5), sekitar pukul 15.00 WIB, sang pemilik rumah sedang berada di Jambi.

“ Saat kami tiba dirumah tersebut, sang pemilik rumah tidak berada ditempat, jadi kami  hanya bertemu dengan istri Suroto saat itu,” Terang Mirza mengawali cerita investigasinya, kepada jejakjambi.com.

Dari pengakuan istri Suroto lanjut Mirza,  sang istri tidak begitu tahu terkait dari mana suaminya mendapatkan pupuk subsidi  dalam jumlah banyak itu. Hanya saja sang istri  mengatakan, jika jumlah pupuk yang ada ini, sebagian sudah dibawa ke kebun untuk kebutuhan tanaman sawitnya.

” Ini sudah dikit pak, kalau kemarin jumlah pupuk subsidi ini, setinggi kepala orang dewasa pak, dengan lebar segitu itu. Untuk jumlahnya saya tidak tahu,” Jelas Sang Istri, sembari memberikan nomor ponsel suaminya, agar LSM Sapurata bisa menghubungi suaminya saja, terkait keberadaan pupuk subsidi tersebut.

Dari pengakuan Suroto saat dihubungi via telp lanjut Mirza, dirinya (Suroto,red)  mengaku mendapatkan pupuk subsidi tersebut dari seseoarang bernama  Riyanto, yang tak lain warga Dusun 4 (B4), Pamenang Barat.“ Saya beli pupuk tersebut dengan harga Rp 160 Ribu/ karung. Dan saya beli sebanyak 22 karung atau satu ton lebih dari Riyanto ,” Jelasnya.

Apakah Riyanto pengecer resmi pupuk subsidi diwilayah setempat? Mensikapi pertanyaan tersebut, kepada Mirza  lagi – lagi Suroto mengaku sama sekali tidak tahu. “ Tanya aja langsung kepada Riyanto saya tidak tahu dia ( Riyanto,red) mendapatkan pupuk tersebut dari mana, dan apakah Riyanto itu pengecer resmi pupuk subsidi, ” Jelasnya,sedikit coba menutupi fakta yang ada.

Sementara itu, informasi  lain yang berhasil digali jejakjambi com dari beberapa warga setempat, diduga kuat jika Riyanto bukanlah pengecer resmi pupuk subsidi  diwilayah setempat. Meski bukan sebagai pengecer pupuk bersubsidi, namun warga sekitar mengenal sosok Riyanto sebagai penjual pupuk subsidi.

”Riyanto mana pak, disini cuma satu nama Riyanto. Warga disini mengenal Riyanto sebagai penjual pupuk subsidi,” Jelas salah seorang warga setempat yang minta namanya tidak dicatut saat dibincangi  jejakjambi.com.

Lalu dari mana Riyanto mendapatkan pupuk subsidi tersebut jika dirinya bukanlah pengecer resmi pupuk Subsidi ? Teka – teki ini, yang masih menjadi tanda tanya besar jejakjambi.com. Dugaanya ada pihak – pihak tertentu yang coba bermain dan menyuplai pupuk subsidi terhadap sosok Riyanto.

“ Kondisi ini sangat merugikan petani yang benar – benar membutuhkan pupuk subsidi. Dan terkait sedikit temuan ini, saya harap aparat terkait termasuk aparat Polres Merangin dapat cepat mensikapi dugaan kebocoran suplai pupuk subsidi yang terjadi di salah satu titik wilayah Merangin ini,” Tegas Mirza, seraya mengatakan jika kasus dugaan penyimpangan pupuk bersubsidi ini, akan terus didalaminya, guna membongkar siapa aktor dibalik permainan ‘kotor’ suplai pupuk subsidi tersebut.  (*)

REPORTER : Chatur

 








LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here