PT AIP Dalam Pusaran Persoalan..? Lagi, Perusahaan TBS Satu Ini Dituding Serobot Lahan Warga

529
Foto hanya ilutrasi/Ist

MERANGIN,- Persoalan demi persoalan, terus bermunculan lewat aktivitas PT Agro Indah Persada atau akrab dengan sebutan (PT. AIP).

Tak berlebihan, jika muara dari berbagai persoalan yang hadir, tak jarang warga-lah yang kerap menjadi tumbal dari persoalan tersebut .

Belumlah tuntas persoalan PT AIP disebut sebagai ‘biang’ kerusakan akses jalan utama Desa Pulau Terbakar dan Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Tabir Barat, Merangin, kini persoalan baru kembali mencuat ke permukaan.

BACA JUGA : Jalan Pulau Terbakar – Tanjung Beringin Rusak Berat..! Warga Tuding PT AIP Sebagai Penyebabnya..?

Iya, warga menuding PT AIP  menyerobot lahan perkebunan sawit milik warga. Seperti diungkapkan, Rusdi (28) warga yang memiliki kebun sawit disekitar lokasi kebun sawit milik PT AIP Mengaku, persoalan dugaan penyerobotan lahan kebun sawit yang dilakukan PT AIP ini, baru Ia ketahui setelah dirinya berencana akan membuat sertifikat tanah milik nya di sekitar area perkebunan PT AIP. Namun niat tersebut terhalang, oleh izin perkebunan perusahaan.

“Ya Benar pak, saya ingin membuat sertifikat tanah milik saya waktu itu. Nah, ketika saya bersama orang pertanahan mau cek atau mengukur tanah milik saya, orang pertanahan justru bilang, tidak bisa memproses sertifikat milik saya, karena menurut pihak pertanahan, tanah milik saya di atas izin perkebunan PT AIP.

” Saya kaget mendengar hal itu, kapan pula perusahaan buat izin di tanah milik saya,” Ucap Rusdi (28), yang tak lain Warga Tanjung Beringin seolah balik bertanya, saat dibincangi jejakjambi.com, baru – baru ini.

BACA JUGA : Peduli Keluhan Warga, Komisi I DPRD Merangin Berencana Panggil PT AIP. As’ari : “ Jangan Sampai Warga Dirugikan”

Setali  tiga uang, hal sama juga di alami Abi Hurairoh, M Zen dan Sawaludin. Ke-tiga warga tersebut juga baru mengetahui persoalan dugaan penyerobotan lahan kebun miiknya tersebut lantaran, ketiga warga tersebut ingin membuat sertifikat tanah miliknya.

“Ya,  kami merasa kaget, kebetulan pada tahun ini ada program dari pemerintah melalui pemerintahan Desa yaitu program pembuatan sertifikat gratis (Program Prona).

“ Tapi tidak bisa di proses dikarenakan menurut orang pertanahan diatas tanah kami sudah ada izin perkebunan,” Timpal Abi Hurairoh yang diamini beberapa rekannya yang mengalami nasib sama.

BACA JUGA : Pencitraan Atau Murni Demi Rakyat? Terkait PDI-P Jambi akan Lakukan Pemanggilan Anggota Dewan Inisial FA

Lagi – lagi, ketika saat persoalan ini  kembali akan dikonfirmasi terhadap pihak PT AIP. Kepala perkebunan PT AIP Juana, lebih memilih untuk tidak mengangkat ponselnya, meski sudah beberapa kali coba dihubungi jejakjambi.com.(*)

REPORTER : Zintir 
EDITOR : Chatur

 

 
















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here