Proyek Ruang Rawat Inap Puskesmas Tambang Emas Dituding Asal Jadi..! Ups…Dananya Tak Sedikit Coy..!

65
Proyek rawat inap yang diduga asal jadi/dok jejakjambi.com

MERANGIN,- Anggaran kesehatan, terus digelontorkan demi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di bumi Merangin. Namun apa jadinya, jika anggaran kesehatan tersebut tidak terfungsikan secara maksimal, bahkan dikorupsikan.

Tentu yang dirugikan masyarakat Merangin secara umum. Kondisi demikian, diduga terjadi pada satu bangunan proyek rawat inap di Puskesmas Tambang Emas, Kecamatan  Pamenang Selatan, Merangin.

Betapa tidak, anggaran yang dikucurkan tak lebih dari Rp 700 juta, hanya untuk pembangunan ruang rawat inap sebanyak 7 ruang, hingga saat ini tak juga difungsikan Pemkab Merangin, meski sudah dipenghujung tahun.

Selain keberadaan gedung bangunan rawat inap tersebut belum bisa termanfaatkan, juga hasil pantauan jejakjambi.com nampak bangunan proyek yang dipercayakan terhadap CV Mustika Ratu ini, terkesan dikerjakan asal jadi.

Betapa tidak, selain kayu kusen dan pintu, diduga menggunakan kayu kelas dua, juga cat bangunan terlihat kusam dan tak merata. Tak hanya itu, dibeberapa titik bangunan, seperti plafon banyak yang terpasang  asal jadi.

Tak hanya sebatas itu saja, dugaan asal jadi bangunan juga terlihat pada pemasangan keramik, yang diduga asal tempel hingga pemasangan pentilasi udara kamar mandi yang juga asal tempel, bahkan dibeberapa titik kaca pentilasi justru terlihat tak terpasang.  

“ Ada dugaan tak beres jika dilihat dari bangunan proyek. Semustinya pekerjaan ini jangan diterima PPTK,” Ungkap Masroni yang tak lain koordinator Forum Bersama Peduli Merangin (F-BPM), saat dibincangi jejakjambi.com.

Dilain kesempatan kepala Puskesmas Tambang Emas dr Agie Dion Vitomo mengaku, hingga saat ini belum ada serah terima, atas pembangunan proyek ruang rawat inap puskesmas yang menggunakan dana tak sedikit ini.

” Kalau dibilang bermasalah atau tidak bermasalah, saya tidak tahu persis, atau sudah selesai atau belum pembangunan itu juga saya kurang tahu. Yang jelas hingga saat ini belum ada serah terima proyek yang diambil dari dana APBD 2018,” Ungkap dr Agie.

Masih dikatakan dr Agie, memang beberapa waktu lalu datang konsultan proyek, dan minta dibeberapa titik bangunan untuk diperbaiki.

” Sudah selesai diperbaiki, atau belum saya juga belum tahu pasti, dan juga saya tidak tahu persis siapa konsultan proyek yang melakukan pengawasan proyek. Memang beberapa waktu lalu, konsultan proyek sempat datang dan minta dibeberapa titik bangunan proyek diperbaiki,” Tambahnya.

Sementara itu direktur utama CV Mustika Ratu Khairuzaman saat dikonfirmasi menyangkal keras berbagai tudingan miring, atas pembangunan proyek tersebut.

” Sudah tidak ada masalah pada proyek tersebut, dan sudah beres dikerjakan, tinggal pembayaranya saja yang belum,” Katanya.

Sedikit dijelaskan Khairuzaman, untuk kayu proyek bangunan seperti kusen dan pintu, itu memang menggunakan kayu kelas dua.

” Dan sesuai dengan RAB memang demikian, digunakan kayu kelas dua. Dan itu kayu proyek menggunakan kayu temalun,” katanya. Sementara itu, hingga berita ini dirilis, belum ada tanggapan dari pihak konsultan proyek.

Dikesempatan  berbeda, Jujuan Meliala  yang tak lain PPTK Proyek,  juga belum berhasil dikonfirmasi. Pejabat di Dinkes Merangin yang satu ini, terbilang cukup sulit dikonfirmasi, terkait berbagai persoalan, tak terkecuali persoalan demi persoalan proyek bangunan melalui leading sektor dinas kesehatan Merangin.(*)

REPORTER : Chatur






LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here