Proyek Rehab Hall Pemda Rp 1,1 Miliar Diduga Asal Jadi? Kebocoran Atap Bangunan Terjadi Diberbagai Titik.

48
POTRET : Tampak kondisi lapangan badminton yang masih terus dikerjakan/dokumen jejakjambi.com.

MERANGIN,JEJAKJAMBI, – Mungkin ini yang dimaksud Merangin ‘MANTAP’. Iya, Kucuran dana APBD 2017, tak kurang dari Rp 1,1 Miliar yang diperuntuhkan hanya untuk rehab gedung Hall Pemda Merangin, dikawasan depan stadion KONI, sepertinya memang belum bisa membuat Hall Pemda tersebut, serasa nikmat dipandang, hingga dinikmati warga Merangin secara utuh.

Bayangkan, proyek yang semustinya sudah tuntas dikerjakan akhir 2017, dengan rekanan proyek CV Payo More Rawang, dan konsultan proyek CV Bhakti Paramuda ini,  justru hingga saat ini masih terus dikerjakan.

Informasi yang berhasil dihimpun jejakjambi, selain jika hujan deras datang, hall Pemda tersebut justru terjadi kebocoran dimana – mana, juga cat tembok yang digunakan untuk proyek diatas Rp 1 Miliar tersebut, terasa cukup tidak rasional.

Hasil pantauan jejakjambi.com, proyek dengan angka fantastis tersebut hanya menggunakan cat tembok murahan dengan merek Mar (maaf logo cat hanya disingkat,red). Bahkan harga jual cat tembok tersebut, hanya dibawah Rp 100 Ribu untuk kuantitas 5 Kg.

Tak hanya persoalan tersebut yang nampak jelas dilapangan, hal lain yang yang terpantau di lapangan utama badminton setempat, hanya dilist atau dibatasi dengan menggunakan cat.” Kalau begini, tak lama dipakai garis – garis lapangan badminton ini, dipastikan sudah tidak dapat dilihat lagi. Kami minta rekanan proyek dan pihak terkait proyek, jangan hanya mengejar keutungan belaka tanpa memikirkan kwalitas hasil pekerjaan,” Ungkap Sayuti salah seoarang penggemar olahraga badminton saat dibincangi jejakjambi.com, baru – baru ini.

Fakta lainnya, beberapa pekerja setempat yang sempat dibincangi  justru mengakui, jika hujan datang, maka dibeberapa titik hall Pemda ini, terjadi kebocoran. Tak hanya itu, pekerja proyek setempat yang mayoritas justru didatangkan dari pulau jawa ini juga mengakui, jika cat yang digunakan untuk tembok bangunan hanya berlogokan Mar.

” Soal kwalitas kita tidak tahu pak, yang pasti kita hanya mengerjakan. Memang betul jika hujang datang, tak sedikit dari bangunan proyek ini, masih terjadi kebocoran. Dan juga tidak salah, jika list lapangan utama badminton ini, hanya dicat diatas pinil yang sudah dipasang sebagian. Kata bos kami, yang penting cepat tuntas ini proyek, soal kualitas nanti urusanya,” Ujar salah seoarang pekerja setempat, yang mengaku berasal dari Semarang, saat dibincangi.

Sejauh ini, baik rekanan proyek CV Payo More Rawang, maupun konsultan yang diduga menggunakan jasa CV Bhakti Paramuda, masih belum berhasil dikonfirmasi, terkait proyek Hall Pemda yang diduga asal jadi tersebut. Pun begitu juga pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Merangin selaku leading sektor proyek tersebut, masih belum berhasil dikonfirmasi. (*)

REPORTER : Chatur






















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here