Proyek Pengerasan Jalan Simpang Telun – Nalo Gedang, 6 KM Dipertanyakan Warga? Sejak Dikerjakan Tanpa Ada Papan Nama Proyek?

107
PROYEK : Tampak proyek pengerasan Jalan yang dipertanyakan warga. Foto Ist

MERANGIN, JEJAKJAMBI,- Proyek pengerasan  Jalan Simpang Telun – Nalo Gedang sepanjang tak kurang dari 6 KM, dipertanyakan warga?

Dari keterangan warga setempat, sejauh ini tidak begitu pasti apakah proyek jalan  tersebut, sudah selesai dibangun, atau justru masih berjalan. Pasalnya, pasca proyek tersebut dikerjakan sekitar 3 bulan yang lalu, hingga saat sama sekali tidak terdapat papan proyek, layaknya sebuah proyek bangunan lewat kucuran dana pemerintah.

Aceng tokoh pemuda setempat, yang sempat dibincangi jejakjambi.com mengaku, jika pihaknya jelas mempertanyakan keberadaan proyek jalan di wilayahnya itu.” Saya sendiri dapat informasi dari Kades Nalo Gedang Zuhadi, jika proyek tersebut hanya ber-omzet Rp 50 Juta. Itu pengakuan Kades Nalo Gedang terhadap saya, yang menurut Kades setempat, dirinya dapat informasi dari salah satu petugas PU Merangin bernama Syahril,” Timpal Aceng yang tak lain tokoh pemuda setempat, saat dibincangi jejakjambi.com.

Yang jelas lanjut Aceng, dirinya jelas mempertanyakan persoalan proyek yang dinilai pihaknya terkesan siluman itu.” Saya belum mau bicara banyak terkait pengerjaan proyek jalan tersebut. Sejauh ini, yang kami pertanyakan, baru soal status proyek tersebut, yang terkesan main kucing kucingan dengan warga.

“Dan setelah saya tahu status proyek tersebut berapa anggaranya, berapa panjang dan lebar, barulah saya akan bicara hasil pekerjaan proyek. Sejatinya, jika tidak ada kejelasan dari pihak Dinas PU, maka bisa jadi dugaan tak beres pada proyek ini segera kami laporkan terhadap aparat hukum,” Jelas Aceng panjang lebar.

Sementara itu, Kades Nalo Gedang, Nalo Tantan, Merangin Zuhadi sendiri saat saat dikonfrontir membenarkan peryataan Aceng.” Betul tidak pernah ada papan proyek, sejak proyek tersebut dikerjakan sekira bulan Juli 2017 lalu, jika saya tak salah ingat. Dan kata Syahril petugas dari Dinas PU mengaku kepada saya, jika proyek tersebut hanya proyek swakelola ber-omzet Rp 50 Juta. Itu yang saya tahu,” Jelas Zuhadi saat dibincangi via ponsel, beberapa waktu lalu.

Sebagai apa Syahril dalam proyek tersebut? Dan apakah betul proyek pengerasan jalan tersebut hanya ber-omzet Rp 50 juta? Alasan apa tidak adanya papan proyek dilokasi proyek? Menarik untuk disimak, Syahril yang mengaku sebagai PPTK atas pekerjaan jalan tersebut, nampak tidak bisa memberikan keterangan pasti dari beberapa pertanyaan yang digelontorkan saat dikonfirmasi via ponsel, tadi malam.

” Tak enak saya sebut berapa angka nominal pekerjaan ini, yang pasti pekerjaan ini harus dibayar. Ini bukan proyek, hanya perbaikan spot spot jalan yang rusak, dan tak perlu dipublikasi berlebihan,” Ungkapnya sedikit membingungkan buah dari peryataanya. (*)

REPORTER : Chatur



















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here