Proyek Irigasi Ber-omzet Miliaran, Disinyalir Dijaga Oknum Preman Suruhan..! Ini Terjadi di Merangin?

685
Potret proyek saat dilakukan pemantauan/Ist

MERANGIN,- Hasrat warga atau pun para aktivis Merangin yang ingin memantau keberadaan proyek, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Merangin, kembali ‘terganjal’.

Betapa tidak, proyek dibawah leading sektor PUPR Merangin yang tak lain peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi dikawasan Dam Betuk, Tabir Lintas, dengan kucuran dana tak kurang dari Rp 3,4 Miliar tersebut, disinyalir melibatkan sejumlah ‘oknum preman’ dalam pengamanan proyek tersebut.

Indikasi tersebut terintip, saat Zintir yang tak lain salah seoarang tokoh pemuda masyarakat Tabir coba memantau keberadaan proyek yang dikerjakan rekanan PT Rizki Jaya Kontruksi, dengan Konsultan Pengawas CV Bakti Pramuda.

“ Niat saya saat itu, atau Sabtu,(12/10) sekitar pukul 13.00 WIB, hanya ingin memantau keberadaan proyek irigasi tersebut. Saya pikir apa yang saya lakukan bukan sesuatu yang melanggar aturan kan.

“ Namun saat saya akan beranjak pulang usai memantau langsung proyek tersebut, saya justru dicegat tiga pria yang saya tak kenal sebelumnya.

“Saat itu, ketiga pemuda tersebut coba mempertanyakan kapasitas saya dalam memantau proyek tersebut,” Beber Zintir kepada media ini, yang mengaku cukup khawatir dengan kondisinya saat itu.

Bahkan lanjut Zintir, ke-tiga pria tersebut tak hanya meng-introgasi dirinya, namun ke-tiga pria itu pun mendesak agar beberapa pengambilan foto atas proyek irigasi yang sempat diabadikan untuk segera dihapus dari kamera android-nya.

“ Kau dak tahu siapo sayo. (Anda Tidak Tahu Siapa Saya, red) Ini kawasan kami, dan sayo minta foto – foto proyek tersebut untuk segera dihapus,” Tutur Zintir coba menirukan logat dan gaya bahasa, yang diungkapan salah satu pria yang tak dikenalnya tersebut terhadap dirinya.

Tak hanya memaksa untuk menghapus foto – foto yang ada dalam kamera android-nya, bahkan salah satu pria tersebut mengancam jika terjadi kehebohan pada proyek tersebut, dirinya (Zintir,red) akan mereka dicari.

“ Ya, mereka mengancam akan mencari saya jika terjadi kehebohan pada proyek tersebut,” Tandas Zintir.

Beruntung usai introgasi dan indikasi kriminalisasi pada dirinya terjadi, Ia diperkenankan untuk meninggalkan lokasi proyek.

“ Lewat kejadian tersebut, saya sebagai tokoh pemuda masyarakat Tabir, justru bertanya tanya, ada apa dengan proyek tersebut, hingga saya mendapat ancaman saat melakukan pemantaun proyek tersebut,” Katanya.

Memang lanjut Zintir, hasil monitoring pihaknya dilapangan, proyek tersebut ter-indikasi  tak beres dalam pekerjaannya.

“ Seperti yang saya lihat saat pemantauan proyek. Dimana lantai irigasi disemen tanpa terlihat adanya besi didalamnya, hingga kondisi lantai saat disemen masih terlihat kubangan lumpur dan air disana sini,” Tukasnya.

Terkait adanya indikasi tak beres dalam pengelolaan proyek tersebut, pihaknya berharap agar aparat hukum terkait dapat cepat memantau keberadaan proyek yang masih terus dikerjakan tersebut.

“ Itu harapan saya terhadap aparat hukum terkait. Iya, sejatinya, jika bisa dicegah terjadinya indikasi korupsi dalam proyek tersebut, sebaiknya dicegah, sebelum proyek tersebut tuntas dikerjakan.

“ Dan saya sebagai tokoh pemuda Tabir akan terus memantau keberadaan proyek tersebut hingga tuntas dikerjakan. Dan jika indikasi tak beres pada proyek tersebut semakin nyata terlihat, bukan tidak mungkin saya yang justru akan melaporkan persoalan ini ke ranah hukum, “ Ucap Zintir tak ragu.

Menarik untuk disimak, rekanan proyek Rizki saat dikonfirmasi justru menyangkal keras jika pihaknya melibatkan sejumlah oknum preman dalam pengamanan proyek tersebut.

“ Sama sekali tidak ada itu, dan saya tidak pernah melibatkan preman dalam pengamanan proyek tersebut. Dan untuk proyek tersebut menurut hemat saya sudah sesuai dengan spesifikasi,” Tandasnya coba meluruskan persoalan. (*)

REPORTER : Chatur 
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here