Proyek Hall Pemda “Kacau Balau” ? PBSI Sebut Tak Memenuhi Standar, F-BPM Ancam Lapor Proyek, Konsultan Proyek Akui Berbagai Persoalan

59
PROYEK : Potret Proyek Hall Pemda yang menuai berbagai persoalan/dokumen jejakjambi.com

MERANGIN,JEJAKJAMBI – Kritisi demi kritisi terkait pembangunan Hall Pemda Merangin yang menguras dana APBD Merangin 2017, senilai  Rp 1,1 Miliar, terus bergulir. Salah satunya, datang dari ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Merangin Kodri Ismail. Dikatakan orang nomor satu dikursi perbulutangkisan Merangin ini, titik utama proyek lapangan badminton Hall Pemda yang saat ini tengah dibangun, sangat jauh dari kata standar.

” Kalau pemasangan finil atau karpet seperti itu tetap dipertahankan, tentu akan membuat malu Merangin sendiri, karena itu jauh dari kata standar. Dan sepengetahuan saya, tidak ada lapangan badminton seperti itu, ” Tandas Kodri Ismail, sedikit nyeleneh, saat dibincangi, beberapa jam yang lalu.

Masih diurai Kodri, juga jika pemasangan finil atau karpet seperti yang terjadi pada Hall Pemda Merangin ini tetap dipertahankan, hal tersebut justru mengancam cedera para atlet badminton yang nantinya akan berlatih disana.

” Finil atau karpet yang terpasang akan menjadi sangat licin saat tertetes air, atau keringat atlet yang jatuh saat sesi latihan. Apa itu tidak mengancam atlet terancam cedera saat sesi latihan berlangsung. Tak percaya dicoba aja dulu digunakan,” Timpalnya.

Kritisi keras lainnya, datang dari Masroni koordinator Forum Bersama Peduli Merangin (F-BPM). Ditegaskan Masroni terkait persoalan tersebut, pihaknya berharapPPTK proyek yang belakangan diketahui bernama Andi Afrizon untuk bertanggung jawab, atas berbagai persoalan yang terjadi pada proyek Hall Pemda dengan anggaran yang tidak sedikit itu.

” Penggunaan cat yang jauh dari kata standar alias ‘memble’, kebocoran Hall Pemda yang tak sedikit terjadi, hingga lapangan utama yang jauh dari standar PBSI. Pertanyaan sederhananya apakah itu semua memang sudah sesuai dengan spesifikasi proyek. Jika tidak, maka segera lakukan perbaikan sesuai dengan spesifikasi yang ada. jika masih tetap dilakukan pembiaran, maka bukan tidak mungkin persoalan ini, akan kami bawa ke rana hukum,” Tegas Mastoni.

Kendati sejauh ini rekanan proyek CV Payo More Rawang, maupun PPTK Proyek Andi Afrizon masih belum berhasil dikonfirmasi, namun konsultan proyek CV Bhakti Paramuda melalui Haryadi  saat dikonfirmasi sama sekali tidak menyangkal jika hujan datang kondisi bangunan Hall Pemda tersebut terjadi kebocoran dimana – mana.

” Iya, masih ada beberapa titik yang bocor saat hujan datang, namun untuk finil karpet sudah disetujui pihak PPTK, untuk line atau garis lapangan badminton yang menggunakan cat, akan kita ganti, juga kebocoran yang terjadi akan coba kita perbaiki. Namun untuk cat sudah menggunakan standar proyek, atau spesifikasi KW2,” Jelasnya.

Sementara itu, kendati konsultan proyek menyangkal keras, jika cat tembok yang digunakan sudah sesuai sfesifikasi dan bukan menggunakan cat berlologo ‘Mar’, seperti pemberitaan sebelumnya, namun hasil dialog jejakjambi, dengan para pekerja setempat mengakui jika cat tembok yang digunakan dalam proyek tersebut, jelas berlogo Mar. (*)

REPORTER : Chatur






















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here