Proyek APBD Tak Kunjung Cair, Rekanan “Tarik Napas Panjang”. Ada Apa Dengan Merangin?

516
Ilustrasi/Ist

MERANGIN,- Sejumlah rekanan atau akrab disebut kontraktor, terpaksa ‘menarik napas panjang’ hingga musti ‘mengecangkan ikat pinggang’, agar bisa tetap bertahan di profesi-nya.

Pasalnya, tak sedikit dari rekanan yang sudah menyelesaikan berbagai pekerjaan proyek melalui dana APBD, jauh sebelum Hari Raya Idul Fitri 1439 H yang berlangsung beberapa waktu lalu, justru sampai saat ini, tak juga mampu dibayar Pemkab Merangin.

Sejauh ini, belum diketahui secara pasti, apa penyebab utama sejumlah proyek APBD Merangin 2018 dengan total anggaran miliran tersebut, tak kunjung terbayar Pemkab Merangin terhadap rekanan proyek. Tak ayal, hingga saat ini, hanya kata menunggu dan menunggu, entah sampai kapan yang bisa dilakukan sejumlah rekanan tanpa bisa berbuat banyak.  

Alih – alih, defisit anggaran sepertinya masih menjadi alasan Pemkab Merangin, tak kunjung terbayara-nya sejumlah hasil pekerjaan proyek tersebut.

” Sudah sangat wajar, jika kami rekanan proyek, mengeluhkan proses pembayaran proyek yang tak kunjung terbayar hingga hari ini. Padahal tak sedikit dari rekanan, bahkan saya sekali-pun sudah menyelesaikan pekerjaan proyek yang kami dapat itu, jauh sebelum Hari Raya Idul Fitri berlangsung beberapa waktu lalu. Dan aneh-nya lagi yang terjadi seperti ini setahu saya hanya Merangin,” Ungkap rekanan berinisial DS, saat dibincangi jejakjambi.com, beberapa waktu lalu.

Selain DS, rekanan lain yang juga mengeluhkan persoalan yang sama tak lain rekanan berinisial JF. 

” Merangin memang aneh. Kan bayarnya pakai dana APBD 2018, sudah ketok palu dan di Perda-kan.  Jika merujuk pada itu semua, sebenar-nya tidak ada alasan bagi Pemkab Merangin untuk tidak menyelesaikan persoalan administrasi yang kami minta sebagai hak atas apa yang sudah kami kerjakan.

” Isu-nya lantaran defisit anggaran, namun anehnya sejumlah rekanan, yang diduga memiliki hubungan kedekatan dengan BH 1 FZ, kok ada yang bisa cair. Siapa orang-nya? Enggak perlu saya sebut lah saya tahu kok,” Timpal rekanan inisial JF sedikit keras saat bertutur.

Meskipun Fajarman selaku Kadis Pengelolaan Keuangan & Aset Daerah Pemkab Merangin, belum berhasil dikofirmasi terkait persoalan ini, namun ketua DPRD Merangin Zaidan Ismail mengakui, jika tak  sedikit dari rekanan mengeluhkan persoalan ini, kepada dirinya lantaran pekerjaan proyek sudah tuntas dikerjakan, dan tak ada persoalan.  

” Infonya karena difisit anggaran, dan dari keterangan Fajarman terhadap saya beberapa waktu lalu via ponsel, sedikitnya Rp 6 Miliar anggaran rekanan yang sudah siap dibayar, namun tak mampu dibayar Pemkab Merangin sampai saat ini. Dan persoalan ini, saya pikir harus ditelaah lebih jauh, apa sebenar-nya menjadi penyebab anggaran proyek yang telah ditetapkan tersebut, tak juga mampu terbayar hingga saat ini,” Timpal Zaidan, juga seakan balik bertanya. (*)

REPORTER : Chatur























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here