Proyek Air Baku Rp 2,3 Miliar Belum Termanfaatkan Warga..! CV Pancuran Rezeki Masih Bungkam..?

123

MERANGIN,- Pelaksana kegiatan proyek  CV Pancuran Rezeki yang dipercaya mengemban kegiatan proyek Air Baku, Desa Talang Segegah, Renah Pembarap, Merangin, sepertinya masih memilih bungkam, dibanding menjelaskan berbagai persoalan yang ditudingkan warga atas pekerjaan proyek tersebut.

Sementara itu, warga tetap ‘kuekue’ meminta agar pekerjaan proyek APBN 2018 senilai Rp 2,3 Miliar lebih, dan keberadaanya hingga kini belum bisa termanfaatkan oleh warga, bisa dipantau aparat penegak hukum.

” Kalau boleh bicara jujur, kami sangat tidak puas dengan hasil pekerjaan air baku ini. Masalah itu tadi, selain tak bisa difungsikan atau dimanfaatkan warga, persoalan lain yang hadir, titik awal koordinat pembangunan proyek, sudah lari dari titik awal yang ada di Rancangan Anggaran Bangunan (RAB),” Ungkap Hodri yang tak lain, ketua BPD Desa Talang Segegah, saat dibincangi jejakjambi.com, baru – baru ini.

Sampai saat ini lanjut Hodri, warga masih memanfaatkan air baku yang sempat dibangun Pemkab Merangin kisaran tahun 2010-2011 lewat suntikan dana APBD Merangin.

” Selain itu, kami sebagai ketua BPD sama sekali tidak diajak disetiap tahapan maupun proses pembangunan Air Baku  lewat kucuran dana APBN tersebut, tak terkecuali saat titik kordinat awal pembangunan air baku dipindahkan ke kawasan lebih rendah,” Timpalnya.

Sejauh ini tambah Hodri, saat kemarau tiba maka air penampung air baku tersebut tidak mencukupi kouta air yang dapat dari titik anak sungai kecil tersebut.” Karena memang titik pembangunan yang benar, dititik awal pembangunan yang tak lain berada diatas bukit tersebut,” jelasnya.

Seperti dijelaskan diawal kabar, Pelaksana kegiatan CV Pancuran Rezeki belum mau mengangkat ponselnya guna dikonfirmasi terkait berbagai tudigan miring yang dilontarkan. Nomor ponsel 0813662558XX yang diduga milik pelaksana kegiatan, tak juga diangkat meski beberapa kali dihubungi. Short Message Service yang dilayangkkan tak juga mendapat respon.

Dilain pihak Kades Talang Segegah Ismail saat dikonfirmasi mengakui jika keberadaan proyek tersebut,masih belum termanfaatkan oleh warga.

” Kita lihat dulu, siapa tahu ada yang bocor bak penampungnya, kan masih ada tahap pemeliharaan karena proyek ini baru tuntas dikerjakan,”Katanya.

Terkait pemindahan titik koordinat awal pembangunan air baku, sepengetahuanya dilakukan setelah lebih dulu dilakukan survei.” Setelah dilakukan survei, titik kordinat pembangunan memang dialihkan ke lebih dekat, kenapa dilakukan demikian, secara teknik kita tidak begitu tahu,” Aku Kades                                                 

REPORTER : Maskur
EDITOR : Chatur






















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here