Polres Merangin Akui Kasus Penyimpangan dana BOS Sudah Diterima

215
Ilustrasi/foto Ist

MERANGIN – Kasus dugaan kourupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang diduga kuat menjerat Kepala Sekolah  SD 277/VI, Tanjung Benuang II, Pamenang Selatan, Merangin, memasuki babak baru.

Seperti diakui Kapolres Merangin AKBP Aman Guntoro  melalui Kanit Tipidter Fatkur Rohman, jika kasus dugaan penyalagunaan dana BOS, dan kasus dugaan penyalagunaan dana Program Indonesia Pintar (PIP), yang terjadi di sekolah tersebut, sudah diterima pihaknya dari pelapor LSM Agustus, melalui ketuanya Taufik.

“ Benar,laporan kasus tersebut sudah kita terima. Mungkin dalam waktu dekat, kita akan lakukan penyelidikan,” Tegas AKBP Aman Guntoro, melalui  Fatkur Rohman, kepada jejakjambi.com, Senin, (15/5), sekitar pukul 15.30 WIB.

Dilain pihak,  Evamawati  Kepala Sekolah (Kepsek)  SD 277/VI, Tanjung Benuang II, Pamenang Selatan, Merangin, menyangkal keras berbagai tudingan yang dilontarkan LSM Agustus dibawah pimpinan Taufik .

” Saya tidak pernah melakukan itu,  dan semua  dana bantuan sekolah yang masuk, baik itu dana BOS maupun dana PIP, sudah disalurkan sesuai dengan tentuan,” Sangkalnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya,  ratusan juta dana Bantuan Operasional Sekolah  atau akrab dengan sebutan (BOS), sepanjang 2016, disinyalir kuat “Ditilep” Kepsek SD No 277/VI Tanjung Benuang II, Pamenang Selatan, Merangin.

Tak hanya sebatas itu saja,  dugaan lain Dana Program Indonesia Pintar (PIP), yang juga mengalir disekolah setempat tahun 2017, juga disinyalir kencang  mengalir tak wajar, terhadap anak didik disekolah tersebut.

Dugaan tak beres  yang diduga dilakukan  Kepala Sekolah (Kepsek) setempat, yang belakangan diketahui bernama  Evamawati tersebut, dibongkar Taufik yang tak lain Ketua LSM  Aliansi  Guru Swasta & Tata Usaha Sekolah (Agustus), Merangin,  kepada jejak jambi, kemarin petang.

“ Saya sudah melakukan investigasi panjang terkait persoalan tak beresnya aliran dana BOS hingga dana PIP yang dikelolah sekolah  itu. Bahkan kasus ini,  dalam waktu dekat segera akan saya laporkan terhadap aparat terkait, guna memberikan efek jera terhadap pelaku,”  Tegas Taufik.

Sedikit diuraikan Taufik, jika dana  BOS disekolah  setempat sepanjang 2016 mendapatkan kucuran dana tak kurang dari Rp 45 Juta/ triwulan, dengan jumlah siswa  SD setempat sekitar 228 siswa.  “ Dan setiap pencairan per-triwulan, dana tersebut hanya mengalir  ke sekolah tersebut senilai Rp 17 Juta, dan sisanya tak jelas kemana larinya. Dan ihwal persoalan tersebut terjadi sepanjang 2016.

“ Coba saja hitung jika dikali 4 kali pencairan dana BOS sepanjang 2016, bukankah angka dana aliran dana  BOS yang tidak jelas itu mencapai angka ratusan juta. Dan jika Surat Pertanggung Jawaban (SPJ), sesuai dengan angka dana BOS SD setempat yang diterima, itu disinyalir kuat  sudah direkayasa Kepsek setempat,”  Ungkap Taufik lagi.

Sedangkan untuk dana PIP tambah Taufik, sekolah tersebut mendapatkan kucuran dana tak kurang dari Rp27 Juta, untuk kebutuhan 82 siswa yang disetujui dalam pengajuan dana PIP. Sesuai aturan main lanjut Taufik,  untuk siswa kelas 1 SD, itu mendapatkan kucuran dana per siswa senilai Rp 225 Ribu, sedangkan siswa kelas 2 hingga kelas 6 mendapatkan kucuran bantuan dana PIP  450 Ribu. “  Nah, dari  total 82 siswa setempat yang mendapatkan dana bantuan PIP tersebut, tercatat ada sekitar 42 siswa kelas 1, sedangkan 40 siswa lagi tercatat murid kelas 2 – 6. Dan dana tersebut, dipukul rata dalam penyaluranya dimana satu siswa tanpa mengenal kelas hanya mendapatkan kucuran Rp 225 Ribu. Sisanya, lagi – lagi entah kemana larinya,” Tukasnya. (*)

REPORTER : Chatur








LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here