PH Kasus Trenggiling Masih Bungkam, Bicara Soal Aliran Dana Rp 40 Juta? Dugaan Mafia Peradilan Terus Bergerak

30
Ilustrasi/Ist

MERANGIN,JEJAKJAMBI,- Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejari  Bangko, Rasyid, yang mengawal kasus jual beli hewan trenggiling di Pengadilan Negeri (PN), Bangko, akhirnya angkat bicara terkait, dugaan Mafia Kasus (Markus) peradilan.

Didampingi Kasi Pidsus Iwan Roy Carles, JPU Rasyid justru membantah keras telah menerima aliran dana tak sehat itu, guna meringankan hukuman kedua terdakwa Alfiandi dan Adam yang sudah mendapatkan amar putusan 7 bulan kurungan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bangko, beberapa waktu lalu.

“ Tidak ada mafia peradilan disana, dan kami membantah keras telah menerima aliran dana itu. Tolong diluruskan itu ,” Timpalnya, kepada jejakjambi.com, baru – baru ini.

Sangkalan keras yang dilontarkan JPU  Rasyid atas dugaan penerima aliran dana tersebut, bisa saja berputar arah jikalau Penasehat Hukum (PH) Abu Djailani yang mendampingi perjalanan kasus tersebut mau angkat bicara, kemana saja aliran dana tersebut disuplai  guna meringankan hukuman yang diterima kedua klienya atas kasus jual beli trenggiling, dengan terdakwa  Alfiandi (40), dan Adam (42) kala itu.

Pasalnya, dari pengakuan Nofi yang tak lain istri dari terdakwa Adam, sempat mengaku jika aliran dana Rp 40 Juta, sudah diterima PH – nya untuk kepengurusan kedua terdakwa Alfiandi dan Adam agar hukuman keduanya bisa diringankan .

“ Uang Rp 40 Juta sudah diserahkan terhadap PH kami Abu Djailani, yang katanya untuk mengurus meringakan hukuman kedua suaminya. Kemana saja Abu Djailani menyuplai dana tersebut, tanya saja langsung dengan Abu Djailani, dia tentu lebih tahu,  ” Timpal Nofi, saat ditanya terkait perkembangan kasus trenggiling.

Hingga kemarin petang, PH Abu Djailani  benar – benar enggan angkat bicara, terkait kemana saja aliran dana Rp 40 Juta tersebut tersuplai. Beberapa kali coba konfirmasi via  Short Message Service (SMS),  PH Abu Djailani masih belum memberikan hak jawab atas dugaan aliran dana tersebut.

Sementara itu Forum Bersama Peduli Merangin (F-BPM) dibawah koordinator Masroni, mengaku cukup tertarik untuk menelisik lebih jauh perkembangan kasus tersebut .”  Soal JPU menyangkal  menerima aliran dana tersebut itu boleh – boleh saja, namun kami akan terus menelisik kasus ini, untuk segera dibongkar. Sedari dini, kami ingatkan stop Markus  di Bumi Merangin,” Tegasnya.

Tak hanya JPU lanjut Masroni, kental persoalan ini kemungkinan akan menyeret Hakim yang telah membuat amar putusan 7 bulan penjara terhadap dua terdakwa.” Kita lihat saja nanti, kita akan terus telisik dan mengumpulkan  Barang Bukti  (BB), dugaan kencang Mafia Peradilan Ini,” Tutup Masroni. (*)

REPORTER : Chatur






















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here