Pesta Alkohol Hingga Dicekokin Obat Grantusif, Disinyalir Penyebab Kematian Jaka

1633
Jasad Jaka saat ditemukan/Ist

MERANGIN,- Pesta Alkohol hingga ‘dicekokin’ obat berlogo grantusif, diduga menjadi pemicu kematian jasad pria hangus terbakar, yang ditemukan di Simpang Tapioca, Kelurahan Pamenang, Kecamatan Pamenang, Merangin pada Jum’at (13/7), atau sekitar pukul 17.00 WIB, lalu.

Dari berbagai informasi yang dihimpun, jasad korban diketahui bernama Jaka (27), yang belakangan diketahui merupakan anak Punk, dan berdomisili di Kabupaten Sarolangun.

Sebelum nyawa korban tere-nggut,  korban bersama teman-nya, sempat pesta alkohol murni,  di Kabupaten Sarolangun, pada Jum’at (7/7) pukul 17.30 WIB.

Usai berpesata minuman alkohol, korban bersama temannya lalu pergi ke Kecamatan Pamenang, dengan menumpangi mobil yang melintas di Jalan Sarolangun – Bangko.

Setibanya di Pamenang, Sabtu (8/7),  Korban bersama rekan-nya sesama anak punk, Ipan (27), Dodi (27) serta Nisa (16), kembali melanjutkan pesta alkohol murni dan ditambah obat jenis grantusit sebanyak tiga lempeng.

Namun naas bagi korban, siang itu atau sekitar pukul 12.00 WIB, korban tiba-tiba ditewas, yang diduga akibat minum alkohol dan minum obat Grantusif.

Melihat korban mereggang nyawa, ketiga teman korban panik, hingga mereka sepakat menyembunyikan jasad korban di tempat pembuangan sampah yang ada di Simpang Tapioca, Kelurahan Pamenang.

Setelah semuanya beres, ketiga teman korban pun kabur. Berselang sepekan kemudian, warga yang kerap berjualan Pecel Lele bernama Sigit (37) tak jauh dari lokasi kejadian, mencium aroma busuk menyengat.

Karna menduga ditumpukan sampah ada bangkai hewan, Sigit pun membakar sampah dalam posisi tertutup papan triplek tersebut. Tanpa curiga sedikitpun, Sigit lalu pergi menjemput temannya Tupar (58) dirumah, untuk menjaga api agar tidak menjalar.

Setelah tumpukan sampah ini dibakar, ternyata bau yang menyengat tersebut tak juga kunjung hilang. Lantaran penasaran akhirnya Tupar memadamkan api, dan coba mencogkel congkel triplek, yang ada dilokasi sampah.

Sontak Tupar terkejut, ternyata dibalik papan triplek tersebut,  terdapat mayat yang sudah membusuk dan dipenuhi ulat.

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya, melalui Kasat Reskrim AKP Sandi Mutaqqqin, membenarkan jika indentitas korban yang tewas terbakar sudah di ketahui.

“Ya, identitas korban sudah kita ketahui, korban merupakan anak Punk bernama Jaka. Korban tewas akibat minum alkohol di campur obat-obatan, dan untuk jasad korban sudah di bawa pihak keluarga ke kediamannya,” ungkap AKP Sandi, saat dikonfirmasi sejumlah awak media , baru baru ini.

“Sedangkan untuk pelaku, dua dari tiga temannya korban, sudah dijadikan tersangka, dan kini masih dalam pemeriksaan oleh penyidik,” tandasnya.

Sekedar untuk diketahui, jika obat grantusif seperti dilansir dari situs www.mediskus.com grantusif, merupakan obat untuk meredakan batuk. Obat ini mengandung Dextromethorphan, Diphenhydramine, dan Glycerilguaiacolat sehingga gejala lain yang menyertai batuk seperti seperti pilek, bersin-bersin, rasa gatal di tenggorokan akibat alergi juga dapat diatasi.

Meskipun dapat dibeli tanpa resep dokter, harus hati-hati dalam menggunakan obat Grantusif ini.

Sedangkan efek sampingnya, berpotensi menyebabkan mulut terasa kering, kantuk, perut terasa mual, kepala pusing, sembelit atau konstipasi. (*)

REPORTER : Rabu Iskandar
EDITOR : Chatur






















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here