Pesan Kematian Ustaz Arifin Ilham Dibanjiri Doa dan Air Mata

3560
Habib Nabiel Almusawa, pimpinan Majelis Rasulullah SAW, mendoakan Ustaz Arifin Ilham di RSCM, Jakarta/ Ist

JEJAKJAMBI,COM,- Akun Facebook Ustadz Arifin Ilham dibanjiri doa dari para jamaah usai pendakwah tersebut menuliskan pesan tentang kematian di akun pribadinya. Dalam tulisannya yang diunggah pada Sabtu, 12 Januari 2019, malam, ustadz yang terkenal dengan ceramahnya yang menyejukkan hati itu menyebut bahwasanya setia manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah.

Hingga Minggu pagi 13 Januari 2019 pukul 05.30 WIB sudah di-share 651 kali, dibanjiri komentar doa dan tangis haru sebanyak 361 komentar. Jumlah yang me-like atau bersimpati dengan pesan-pesan religiusnya mencapai 2.900.

Berikut pesan kematian Ustadz Arifin Ilham di akun Facebooknya yang diunggah ulang ke dalam akun Twitter pribadinya.

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.

Siapa aku? Ya, aku dari tiada, sekarang ada, itu juga hanya sebentar, kembali lagi tiada.

Aku berasal dari ayah ibu, kakek nenek, terus ke atas hingga mendarat di Datuk manusia, Nabi Adam dan Bunda Hawa.

Ya, aku yang selalu apik merawat tubuh ini, ternyata calon bangkai yang berkalang tanah.

Aku akan masuk ruang sunyi senyap berbantal tanah, kepala utara, kaki selatan miring ke kiblat.

Belatung, cacing, bau busuk menyerengai dalam daging tulang yang selalu kurawat saat hidup.

Harapan kita tentu Allah menjadikan kuburan kita, Taman Surga-Nya. Aamiin.

Astaghfirullah, inilah yang membuat aku terus-menerus memohon ampunan-Nya.

Inilah yang membuatku semangat dalam beribadah, bernikmat dalam shalat, bahagia berlama-lama sujud di penghujung malam, menangis, dan menyelimuti diri dengan rasa takut akan murka dan azab-Nya.

Allahu Akbar, inilah yang membuat gelora asa terpatri kuat dalam memburu ridha dan Syurga-Nya; inilah yang mendesakkan rasa rindu berjumpa dg-Nya. Inilah energi amal sholehku, dakwahku.

Inilah yang menjadi asbab bersemangat dalam mencari rejeki yang halal, kuat bestari dalam beramal silaturahim, sayang pada keluarga, sayang pada semua apalagi pada yang papa lebih-lebih pada saudara-saudara yang tertindas. 

Merenungi siapa aku, menjadikan diri ini disibukkan dengan perbaikan diri, dan sama sekali tidak tertarik mencari aib orang lain, aib diri saja seabrek abrek.

Lunglai sudah jika teringat akan siapa diri ini.

Ujung-ujungnya kita harus menyebut kita adalah bani Adam, keturunan Adam ‘alaihis salam

Sementara bahan dasar moyang kita itu dari tanah, sekarang di atas tanah, semua yang kulihat dari tanah, tidak lama lagi aku pun masuk ke dalam tanah.

Tertatih jasad ini dalam mengimbangi gelora ruh dan hati yang terus berjibaku menuju-Nya.

Terluap ‘khouf’ rasa takut hebat kepada-Nya dan ‘rojaa’ berharap sangat kepada-Nya.

Bergelayut sedih berbaur bahagia. Putaran waktu di dunia ini terlalu sebentar untuk mengumpulkan bekal hidup selama-lamanya.

Sebentar, tetapi menentukan keadaan di Akhirat kelak. Dunia bukan untuk main-main apalagi maksiat.

Umurku tidak sepanjang perjuanganku. Sementara dosaku banyak, ilmuku kurang, keadaan inilah membuat waktu hidup ini terasa semakin sebentar.

Duhai kalian, Abah yang telah berpulang, Mama, anak-anakku, istri-istriku, anak-anak yatimku, anak-anak santriku, keluargaku, guru-guruku, para sahabatku, jamaah zikir, juga kalian sahabat FB-ku, instgram-ku, saudara-sauadaraku di Palestina, Afghan, Irak, Suriah, Yaman, Mesir, Afrika Tengah, Ughur China, Khasmir, Rohingya, Patani, Moro dan seluruh umat, juga negeri Indonesia tercinta ini, telah masuk merenggut hati dan pikiranku.

Diri ini, demi Allah, sayang semua, cinta semua karena Allah.

Rasanya tidak disebut doa, kecuali kalian semua bagian doaku. Aku ingin semua damai dalam naungan Syariat-Nya dan hidup bahagia dalam Sunnah Nabi-Nya, sehingga negeri tercinta kita Indonesia hidup damai aman dalam penuh berkah Allah.

“Allahumma ya Allah ampunilah diri ini, dan semua kami. Selamatkanlah kami dari semua fitnah dunia dan kezholiman, dan terimalah mereka yang wafat sebagai syuhada disisi-Mu.

SubhanAllah air mata ini terus mengalir dalam oase hati ini karena sayangnya abang pada antum semua karena Allah.

Ustaz Arifin Ilham kini tengah berada di salah satu rumah sakit Penang, Malaysia, guna mendapatkan perawatan intensif pasca divonis menderita penyakit kanker getah bening.

Sebelumnya, Ustadz Arifin Ilham sudah dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan mendapat kunjungan dari berbagai tokoh ulama dan tokoh politik, seperti Aa Gym hingga Presiden Joko Widodo. (*)

SUMBER : pantau.com








LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here