Pertanyakan Kasus Dugaan Korupsi Kades Muara Langeh, Puluhan Warga Datangi Kantor Inspektorat…!

535
Warga Desa Muara Langeh saat berada dikantor Inspektorat Merangin/Ist

MERANGIN,- Puluhan warga Desa Muara Langeh, Tabir Barat, Merangin, Kamis, (20/9), atau sekitar pukul 11.00 WIB, mendatangi kantor Inspektorat Merangin.

Kehadiran sejumlah warga yang dimotori Taufik koordinator massa tersebut, tak lain guna mempertanyakan berbagai dugaan kasus korupsi yang ditudingkan terhadap Agustam selaku kades setempat.

“ Kami datang ke-sini, tentu guna mempertanyakan kasus demi kasus yang sempat kami sampaikan terhadap Kejari Merangin. Dimana kasus tersebut, dilemparkan Kejari Merangin terhadap Inspektorat guna disikapi. Sudah sekian lama kami tunggu perkembangnya, namun kasus ini sepertinya tak kunjung jelas sudah sampai dimana penanganan yang sudah dilakukan Inspektorat Merangin,” Beber Taufik koordinator massa yang hadir, saat dibincangi jejakjambi.com.

Sementara itu, Ka-inspektorat Merangin Hatam Tafsir melalui Niko yang tak lain ketua tim pemeriksaan pengaduan masyarakat Merangin, membenarkan jika tak kurang 20 orang warga Desa Muara Langeh hari ini, mendatangi kantor Inspektorat Merangin.

” Mereka mempertanyakan delapan poin kasus dugaan korupsi yang ditudingkan terhadap Agustam, dan sempat dilayangkannya beberapa waktu lalu,” Jelas Niko saat dihubungi via ponsel.

Ditegaskan Niko, jika laporan warga Desa Muara Langeh tersebut, sampai saat ini masih terus dilakukan pemeriksaan Inspektorat Merangin.

“ Beberapa waktu lalu,  kita juga sudah turun kelapangan, guna meng-kruscek kebenaran laporan warga. Dan saat ini, kami masih menuggu berbagai  bahan seperti, SPJ Kades setempat APBDes, guna dilakukan cek list, terhadap data yang sudah kita kumpulkan dilapangan.

“ Kami harap warga bisa sedikit bersabar, karena pemeriksaan demi pemeriksaan tentu butuh waktu, hingga pemeriksaan tuntas,” Jelasnya seraya mengatakan jika warga Desa Muara Langeh sudah kembali ke-rumahnya masing masing pasca mendapatkan kejelasan dari pihaknya.

Sekedar mengingakan pembaca terkait delapan poin laporan warga. Antara lain, Delapan poin yang dilaporkan warga tersebut tak lain, pembangunan jembatan box dengan ukuran 10 meter, namun yang dibangun hanya 7 meter dengan anggaran dana 2016 senilai Rp 179 Juta lebih.

Selanjutnya poin laporan kedua, pembangunan Puskesdes dengan dana Rp 166 Juta, sampai sekarang keberadaan-nya tidak dimanfaatkan dengan baik.

Kemudian, pengangkatan perangkat desa tidak sesuai dengan Undang Undang (UU) Nomor 5 tahun 2016. Selain itu, Kucuran Dana dari Gubernur Jambi tahun 2016, senilai Rp 60 Juta, tidak diketahui secara pasti pengunaannya untuk apa.

Berlanjut pada pembangunan fisik turap Puskesdes tahun 2017, yang dibangun hanya 17 meter, dari 20 meter Rancangan Anggaran Biaya (RAB), dengan anggaran Rp 50 Juta. Pembelian kawat 50 rol tahun 2017 Rp 10 Juta, sampai sekarang perkakas tersebut, tidak pernah ada.

Pengadaan satu paket buku perpustakaan desa, serta mobiler desa tahun 2017, senilai Rp 25 Juta, sampai sekarang buku dan mobiler-nya sama sekali tidak pernah terlihat.

Dan poin terakhir, pengadaan peralatan Puskesdes satu paket tahun 2017, senilai Rp 15 Juta, sampai sekarang juga perkakas kesehatan tersebut tidak pernah ada.

Seperti biasa, Agustam yang tak lain orang nomor satu di pemerintahan Desa Muara langeh, tetap memilih ‘bungkam’ dibanding harus mensikapi persoalan yang ditudingkan kepadanya. (*)

REPORTER : Rabu Iskandar
EDITOR : Chatur






















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here