Pengelolaan Keuangan Rusunawa di Merangin “Rawan Kebocoran”..?

333
Rusunawa Merangin/Ist

MERANGIN,-  Dilihat dari sistem pengelolaan keuangan iuran para penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa atau akrab dengan sebutan (Rusunawa) di Merangin, tak berlebihan jika disebut cukup rawan terjadinya ‘kebocoran’.

Betapa tidak, selain iuran para penghuni Rusunawa yang dikelolah Dinas Perumahan & Kawasan Permukiman (Perkim), Merangin dibawah pimpinan Sardaini, hingga saat ini masih belum masuk kantong Pendapatan Asli Daerah (PAD).

BACA JUGA : “Asyiknya Merangin”..! Ini Alibi Nasution dan Ini Pernyataan Berman Saragih?

Tak hanya itu, pertanggungjawaban iuran per-bulan para penghuni setempat dengan jumlah tak kurang dari 70 pintu Rusunawa, dan sudah berjalan tak kurang dari 6 bulan terakhir, pertanggung jawabannya hanya sebatas Pengguna Anggaran (PA) dalam hal ini, Kadis Perkim.

“ Untuk total pintu yang dihuni, ada sebanyak 70 pintu, dengan jumlah iuran para penghuni pintu mulai dari iuran lantai dasar senilai Rp 375 Ribu/ bulan hingga Rp 250/bulan untuk lantai paling atas atau lantai 5.

“ Dan iuran ini sudah berjalan selama 6 bulan terakhir,” Ungkap Kabid Perumahan Dinas Perkim Ardian Wahyudi saat disambangi jejakjambi.com diruang kerjanya baru – baru ini.

Kenapa hasil iuran penghuni tersebut masih belum masuk PAD? Lalu bagaimana sistem pengelolaan keuangan-nya?

BACA JUGA : Akhirnya Pimpinan Kantor Mandiri Micro Business Cluster Bangko Resmi Dipolisikan..?

Menanggapi hal tersebut, Ardian membenarkan jika belum satu sen pun, iuran penghuni Rusunawa masuk ‘kantong’ PAD.

“ Iya itu tadi, karena memang keberadaan Rusunawa merupakan bangunan hibah dari pusat, dan keberadaanya masih belum diserahkan terhadap Merangin sampai saat ini,” Timpalnya seraya mengatakan, belum tahu pasti hibah dari pusat tersebut diserahkan terhadap Merangin.

Lalu terkait pungutan iuran yang dilakukan atas  dasar apa? Menurut Ardian, selain hasil koordinasi berbagai aparat terkait, hingga lahirnya SK Bupati Merangin, juga pemanfaatan Rusunawa tersebut, menjadi syarat pihak  pusat untuk pengalihan hibah Rusunawa dari pusat ke Merangin.

“ Rusunawa segera difungsikan, menjadi syarat untuk pengalihan aset pusat ke daerah. Sedangkan besaran iuran yang ditetapkan  sudah menjadi kajian Pemkab Merangin termasuk intansi terkait,” Tambahnya

Lalu dana yang dapat dari iuran diperuntuhkan untuk apa? Menanggapi pertanyaan tersebut, Ardian mengaku jika dana iuran tersebut diperuntuhkan untuk berbagai perbaikan atas berbagai kerusakan Rusunawa, hingga penambahan failitas Rusunawa, tak terkecuali  membayar hak atas gaji para pengurus Rusunawa.

” Iya itu fungsi dari dana tersebut, dan  sekali lagi iuran tersebut, pertanggung jawabannya hanya terhadap PA,” Jelasnya.

Terakhir berapa jumlah iuran yang sudah terkumpul sejak Rusunawa tersebut dipungsikan? Untuk soal itu, coba hubungi Kasi Penyediaan Prasarana Sarana Utilitas Perumahan Ibu Tri Wahyuni.” Karena soal iuran, kebetulan Ibu Tri yang mengelolah. Jadi tanya beliau saja,” Tukasnya.

Sayang hingga berita ini dirilis, Tri Wahyuni masih belum berhasil dikonfirmasi.(*)

REPORTER : Chatur   



















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here