Pengakuan Mbak Sri Keluarga Pasien Puskesmas Rantau Panjang Yang Terlantar : “Untung Dari Sore Sudah Beli Makanan”

4374
Potret Mbak Sri dan suaminya yang diterlantarkan petugas medis/Ist

MERANGIN,- Peristiwa luar biasa dan sangat tidak lazim terjadi ini, justru terjadi di Puskesmas Rantau Panjang, Merangin, Jambi.

BACA JUGA : GAWAT..! Pasien Rawat Inap Puskesmas Rantau Panjang Terlantar Semalaman..?

Semalamam, Puskesmas dibawah pucuk pimpinan Perdana Setia Handayani tersebut tanpa adanya petugas dokter jaga, hingga petugas medis. Tak berlebihan, jika persoalan tersebut menjadi momok menakutkan bagi para pasien. Secara umum, mereka (pasien,red) tak ingin hal tersebut kembali terjadi.

Mbak Sri salah satu istri dari pasien yang dirawat inap di Puskesmas Rantau Panjang saat dibincangi jejakjambi.com, seperti tidak bisa menutupi rasa kecewanya. Tak hanya Mbak Sri, selain dirinya juga terdapat 2 pasien lainnya yang juga dirawat pada malam peristiwa tersebut.

“ Biasanya puskesmas ini tidak seperti ini. Ini kok dari pukul 21.00 WIB hingga matahari terbit, tak satu pun ada petugas medis jaga. Loh kalau ada apa apa dengan pasien, kepiye toh,” Ujar Mbak Sri dengan logat khas jawa-nya saat dibincangi.

Selain tak terdapat satu pun petugas jaga, ruang untuk keluar dari SAL rawat pun tergembok dari luar.

” Jadi kami yang jaga keluarga sakit ini enggak bisa ngapa-ngapain, enggak bisa juga keluar untuk ninggalin keluarga yang sedang sakit ini untuk cari makan. Hanya ada satu ruang bisa keluar yakni lewat samping,” Timpalnya.

Berutung lanjut Mbak Sri, dirinya petang sebelum kejadian tersebut, sudah membeli beberapa potong makanan untuk dimakan.

” Lah kalau tidak, kami yang jaga pun bisa kelaparan pak malam tu,” Katanya.

Diceritakan Mbak Sri, selain dirinya yang cukup mengeluhkan persoalan ini, dua pasien lainnya yang juga dirawat mengeluhkan persoalan yang sama pada malam kejadian tanpa ada petugas medis itu.

‘ Ada pasien yang  mengeluhkan infusnya macet alias tidak jalan pada malam itu, juga ada pasien yang merasa badanya menggigil kedinginan. Karena tak ada dokter jaga maupun petugas medis, kami pun tak bisa berbuat apa-apa, hanya pasrah dan berdoa agar paramedis segera datang malam itu,” Urainya.

Baru setelah pagi, atau sekitar pukul 08.00 WIB, salah seoarang petugas medis tiba di Puskesmas.

“ Itu pun harus ditelpon dulu. Makanya, karena saya takut terjadi apa-apa, saya pun memutuskan keluar dari Puskesmas tersebut, dan pindah berobat ke RSUD Adbunjani Bangko. Saya takut kejadian semalam kembali terjadi,” Ucapnya.

Mbak Sri berharap, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di Puskemas Rantau Panjang.” Ini Kejadian Luar biasa pak. Dan sebagai warga biasa, saya harap ini tidak terjadi lagi. Mana sumpah dan janji paramedis itu. Kok tegah tinggalkan pasien,” Cetusnya mengakhiri pembicaraan. (*)

REPORTER : Chatur    

























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here