Pengakuan Deski, Satu Dari Tiga Terpidana Kasus Narkoba Merangin : “ Kunci Duplikat Hilux Profit Masih Dengan Saya, Juga Faktur Penjualan”

1357
Foto hanya ilustrasi/Ist

MERANGIN,- Ada yang tersisa, dari hasil bincang – bincang, dengan salah satu dari tiga terpidana kasus narkoba shabu, hasil tangkapan aparat Satnarkoba Polres Merangin, September 2018 lalu.

BACA JUGA : Tiga Terpidana Kasus Narkoba di Merangin Dengan BB 4, ½ Kg Shabu, ‘tercyduk’ Diambil Keterangan Propam Polda Jambi..!

Deski yang tak lain warga Warga Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, dan sudah divonis majelis hakim persidangan dengan hukuman 20 tahun kurungan penjara saat ditemui di Lapas Bangko mengaku, selain dua mobil miliknya Yaris dan Hilux Profit, saat terjadinya penangkapan terhadapnya sekitar 21 September 2018 lalu, aparat juga membawa uang tunai Rp 30 Juta dari kediaman-nya.

“ Iya, selain aparat saat penangkapan saya mengamankan Barang Bukti (BB) Shabu 2,5 Kg yang ada ditangan saya, aparat juga membawa mobil Yaris dan Hilux milik saya.  Lebih dari itu, uang tunai yang ada dikediaman saya juga turut digondol aparat atau sekitar Rp 30 Juta,” Ungkap Deski saat dibincangi jejakjambi.com, di ruang Kalapas Bangko, beberapa waktu lalu.

Namun anehnya lanjut Deski, saat kasus ini masuk proses hukum persidangan, dua mobil miliknya hingga uang tunai Rp 30 juta, tak pernah dihadirkan sebagai Barang Bukti (BB) persidangan.

“Iya, dipersidangan tidak dihadirkan itu semua, baik uang tunai maupun mobil saya. Yang dihadirkan hanya BB Shabu saja, dengan tota berat 4,5 Kg,” tandasnya yakin.

Meskipun dua unit mobil ikut diangkut, lengkap bersama surat mobil namun lanjut Deski, masih ada yang tertinggal dari kepemilikan mobil Hilux tersebut.

” Iya, faktur penjualan, dan kunci duplikat mobil hilux tersebut, hingga kini masih ada dengan keluarga saya,” Akunya sembari mengatakan, jika hanya itu mungkin yang bisa membuktikan jika itu, betul mobilnya.

Bahkan melalui media ini, Ia berharap terhadap aparat, jika mungkin Ia bisa mengambil kembali mobil hilux tersebut, Ia akan sangat berterima kasih terhadap aparat hukum, demi kebutuhan keluarga-nya, melalui bukti kepemilikan faktur dan duplikat kunci.

” Iya, kalau mobil itu bisa kembali saya miliki, saya mengucapkan banyak terima kasih terhadap aparat hukum, demi kebutuhan anak saya sekolah. 

” Karena saat ini, saya sudah tak bisa berbuat apa – apa lagi, uang saya sudah amblas Rp 1,4 Miliar. Dan saya pun harus menjalani hukuman ini, ” Urai Deski yang mengaku jika dirinya masih melakukan upaya hukum lain, lewat Peninjauan Kembali (PK). (*)

REPORTER : Chatur
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here