Pemkab Merangin Lebih Memilih” Tidur Pulas”

264
DEMONTRASI : Tampak aksi berlangsungnya aksi demontrasi. foto jejakjambi.com

MERANGIN  –  Kelangkaan gas elpiji 3Kg, bukan kali pertama dirasakan warga  Bumi Tali Undang Tambang Teliti Merangin.  Tak hanya sulit didapat, lebih dari itu harga jual gas  subsidi itu pun, melambung tinggi hinga menembus harga Rp35 Ribu/tabung.

Ketidakjelasan Pemkab Merangin dalam mensikapi persoalan tersebut, kembali dilirik para aktivis Merangin yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa(HMI) Bangko, dibawah genderang perang ketua Eka Putra Caniago.

Tak ingin persoalan tersebut terus berlarut, sejumlah aktivis HMI tersebut, Rabu, (10/5), sekitar pukul 11.00 WIB, menggelar aksi demontrasi damai, guna menyuarakan persoalan kelangkaan gas elpiji, hingga meroketnya harga jual  gas elpiji 3 Kg ditingkat pengecer tersebut.

Aksi turun ke jalan ini, bagi HMI Bangko bukan kali pertama dilakukan, beberapa waktu lalu para pentolan HMI sempat melakukan aksi serupa agar Pemkab Merangin dapat cepat mensikapi kelangkaan gas elpiji hingga mahalnya harga jual gas subsidi bagi warga miskin tersebut.

“ Ini, bukan kali pertama kami suarakan,  kemana pemerintah Kabupaten Merangin. Mungkinkah Pemkab Merangin lebih memilih tidur pulas, dibanding mendengarkan dan mensikapi persoalan rakyat ini,” Jelas Eka Putra Chaniago dalam orasinya saat long march menuju   gedung DPRD Merangin. (*)

REPORTER : Chatur







LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here