Peduli Keluhan Warga, Komisi I DPRD Merangin Berencana Panggil PT AIP. As’ari : “ Jangan Sampai Warga Dirugikan”

536
As'ari El Wakas anggota DPRD Merangin /Ist

MERANGIN,- Rusak parahnya akses jalan utama Desa Pulau Terbakar sampai Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Tabir Barat, Merangin, yang diduga kuat imbas dari aktivitas pengangkutan Tandan Buah Sawit (TBS), yang dikelolah PT Agro Indah Persada (PT. AIP), akhirnya sampai ke telinga para wakil rakyat Merangin.

BACA JUGA : Jalan Pulau Terbakar – Tanjung Beringin Rusak Berat..! Warga Tuding PT AIP Sebagai Penyebabnya..?

Tak ingin keluhan warga ini terus berlarut, As’ari El Wakas yang tak lain salah satu anggota DPRD Merangin dari Dapil II ini menyatakan, segera akan memanggil pihak PT AIP, berserta intansi terkait yang membidangi persoalan tersebut.

“ Iya, kabar rusaknya akses jalan kedua desa tersebut sudah saya dengar. Dan informasinya, kerusakan jalan tersebut, imbas dari aktivitas PT AIP yang mengangkut TBS dan melintasi jalan tersebut,” Ungkap As’ari El Wakas anggota DPRD Merangin dari komisi I, yang akrab dengan panggilan ‘Bang Apuk’, ketika dibincangi diruang kerjanya, baru – baru ini.

Dikatakan Bang Apuk, setidaknya ada berapa persoalan yang masih menjadi ‘tanda tanya’ pihaknya terkait aktivitas penggunaan jalan tersebut oleh pihak PT AIP.

BACA JUGA : Kemenkes Nyatakan Pasien Jambi Hanya Influenza, Bukan Virus Corona..?

Salah satunya lanjut politisi senior dari Partai Demokrat ini, terkait izin pemakaian jalan umum oleh pihak perusahaan atau PT AIP.

Semustinya lanjut Bang Apuk, perusahan yang membuat perkebunan mereka harus membuat jalan koridor khusus untuk aktivitas perusahaan, ini sesuai dengan amanat Undang – Undang (UU).

“ Berdasarkan UU Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan, disebutkan bahwa jalan umum diperuntukan untuk lalu lintas umum dan bukan untuk kepentingan perusahan.

“ Sehingga pengangkutan TBS hasil perkebunan PT AIP yang selama ini menggunakan jalan umum tentu dipertanyakan, karena jelas kegiatan itu untuk keuntungan perusahan itu sendiri,” Terang Bang Apuk.

Namun kata Bang Apuk, jikalau perusahan tidak mampu membuat jalan khusus, maka ada alternatif lain, boleh menggunakan jalan umum yang dibangun oleh pemerintah, dengan mengajukan izin pemakaian jalan ke pemerintah daerah.

BACA JUGA : Pencitraan Atau Murni Demi Rakyat? Terkait PDI-P Jambi akan Lakukan Pemanggilan Anggota Dewan Inisial FA

“ Tentunya alternatif ini bisa dijalankan dengan duduk bersama dulu. Ada kesepakatan yang ditetapkan bersama. Diantaranya harus ada komitmen dari perusahan untuk memperbaiki jalan yang rusak, jangan sampai aktivitas masyarakat terganggu.

” Selain itu, truk perusahaan juga harus memperhatikan tonase muatan angkut. Karena, sepengetahuan saya jalan Tabir Barat itu masih status kelas C tonase tidak bisa melebihi dari 6 ton,” Urai Putra asli Tabir ini.

Maka-nya agar persoalan ini tidak berlarut larut, pihaknya akan berkoordinasi dengan anggota dari komisi I lain-nya, untuk melakukan pemanggilan terhadap PT AIP.

” Intinya, kita tak ingin masyarakat Tabir dirugikan, imbas dari aktivitas PT AIP tersebut,” Tutup Bang Apuk. (*)

REPORTER : Zintir
EDITOR : Chatur












>




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here