Pasca Musiba Banjir, Beberapa Jembatan Gantung Belum Direhabilitasi

119
Salah satu jembatan yang rusak dan belum dilakukan perbaikan di Bumi Sarolangun/Ist

SAROLANGUN,- Beberapa jembatan gantung yang rusak dan putus dihantam banjir beberapa tahun terakhir belum juga direhab atau dibangun kembali, seperti Jembatan gantung mengkadai Limun, jembatan gantung Kasiro Batang Asai dan jembatan gantung Gurun tuo Mandiangin. Begitu juga turap di pinggir sungai yang seharusnya di bangun kembali, namun belum dilakukan.

“Untuk rehabilitasi jembatan putus dan pembangunan turap sudah kita usulkan ke pemerintah pusat (BNPB), insyaa Allah tahun depan bisa turun,” ungkap Kepala BPBD Sarolangun Trianto melalui Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Trikora, Selasa (27/8).

Trikora menyinggung banyaknya jembatan yang rusak dan putus dilanda banjir beberapa tahun terakhir yang perlu dibangun kembali, karena menurutnya sudah empat tahun tidak ada bantuan pemerintah pusat untuk dana rehabilitasi pasca bencana di Kabupaten Sarolangun.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun memprediksi pasca kemarau panjang tahun ini, dengan datangnya musim hujan akan terjadi banjir dan longsor di titik-titik wilayah kecamatan di Kabupaten Sarolangun.

Hal ini disebabkan permukaan tanah yang kering karena kemarau dan kebakaran lahan.

“Karena sudah lama kering dan dalam masa yang panjang,  begitu musim hujan akan mudah longsor dan banjir,” tambah Trikora.

BPBD berpikir bila terjadi banjir besar dan tanah longsor, bagaimana penanganan sebelum terjadi bencana dan pasca terjadinya bencana banjir dan longsor dalam hal rehabilitasi sarana yang rusak, sebagai Badan yang bertanggung jawab terhadap pasca bencana dan pra bencana.

“Kita berpikir bagaimana penanganan pra bencana dan pasca terjadinya bencana,  sedangkan fasilitas yang rusak pada bencana pada tahun sebelumnya belum direhab,” tambah Trikora seraya menyebut besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk rehabilitasi, namun selama ini terkendala dana.

Trikora juga menyebut daerah yang rawan banjir yakni Kecamatan Limun,  Sarolangun,  Pauh dan Mandiangin dan yang rawan longsor Kecamatan Limun,  Batang Asai dan Bathin VIII.

“Seperti turap sungai pasar Pelawan , Jembatan gantung Mengkadai Limun, jembatan gantung kasiro dan jembatan gantung Gurun tuo Mandiangin, seharusnya dibangun kembali agar akses masyarakat tidak terputus,” pungkasnya. (*)

REPORTER : Abah Agus
EDITOR : Chatur
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here