Ngaku Sempat Terima 80 Pengaduan, Namun Kejari Merangin Hanya Mampu “Mejahijaukan” Dua Perkara..!

1621
Ilustrasi/Ist

MERANGIN,- Meskipun kritisi cukup keras dan terkesan ‘terbuka sudah di gelontorkan netizen melalui Media Sosial (Medsos), sepertinya masih belum membuat Kejari Merangin Hariyono bergeming’ hingga angkat bicara, terkait kritisi yang dilontarkan kepada-nya.

BACA JUGA : Gedung Terbilang Mentereng, Prestasi Pemberantasan Korupsi Kejari Merangin “Payah”

Bahkan demi mengkonfirmasi persoalan tersebut, jejakjambi.com, Senin, (13/5), atau sekitar pukul 11.00 WIB, coba mendatangi kantor Kejari Merangin yang terbilang cukup megah dan berada di pusat Kota Bangko tersebut.

Seperti biasa, para tamu yang akan berkunjung ke salah satu lembaga pemberantasan korupsi di Bumi Merangin ini, diwajibkan mengisi terlebih dahulu buku tamu yang sudah disiapkan di pos utama kantor Kejari Merangin, yang dijaga ketat petugas Satpol PP.

Setelah mengisi buku tamu, dengan rentetan yang wajib diisi seperti, nama, alamat, tujuan, hingga plat kendaraan pun tak luput dari kolom pengisian buku tamu.

Tak hanya itu, lolos dari penjagaan pos utama, para tamu tak terkecuali jejakjambi.com juga harus melalui pos kedua, yang tak lain petugas administrasi. Disini jejakjambi.com juga wajib mengisi buku tamu, hingga ingin menemui siapa.

Bahkan jika harus menghadap Kejari Merangin, sudah bukan kabar baru, jika semua ponsel harus ditinggal diluar ruangan atau dititip kepada petugas yang berada persis di depan ruang utama kantor kejari Merangin.

Sayang, setelah semua prosedur bisa dilalui jejakjambi.com, demi untuk mengkonfirmasi kritisi netizen yang hadir, lagi – lagi jejakjambi.com pada hari itu, masih belum bisa bertemu dengan kejari Merangin, dengan alasan saat itu, kejari Merangin tengah ada tamu yang tak lain sejumlah kades.

Tak putus asa sampai disana, jejakjambi.com coba mendatangi ruang Kasi Pidsus Johan Ciptadi. Namun saat ingin dimintai tanggapan, Johan justru mengatakan, jika apa yang ditanya, bukan lah wewenang dirinya untuk menjawab.

“ Kalau soal itu, langsung saja dengan pak kejari, karena itu bukan wewenang saya,” Timpal Kasi Pidsus Johan nampak terlihat cukup ramah dengan awak media yang hadir.

Diruangan terpisah, Kasi Intel Kejari Merangin Erik pun enggan berkomentar terkait kritisi yang hadir.

“ Saya baru 8 bulan tugas disini,  untuk pertanyaan tersebut langsung ke Kejari Merangin saja. Memang betul, jika selama dua tahun terakhir baru dua kasus korupsi yang bisa diangkat kejari Merangin hingga ke meja hijau,” Ungkap Erik coba membenarkan.

Sekedar mengingatkan pembaca, Agustus 2017 Kejari Merangin Haryono sempat menggelontorkan peryataan yang cukup mengejutkan publik, dengan peryataan Kejari Merangin sudah menerima tak kurang dari 80 pengaduan masyarakat terkait dugaan penyimpangan Dana Desa (DD). Dan peryataan orang nomor satu di Kejari Merangin saat itu, sempat menjadi trending topik di berbagai media online yang ada di Jambi.

Namun seiring berjalanya waktu, hingga saat ini, faktanya tak lebih dari 2 kasus yang berhasil dimeja hijaukan kejari Merangin dari berbagai laporan yang masuk, dengan angka total kerugian negara, masih dibawah Rp 500 Juta, atau kisaran Rp 372 Juta. (*)

REPORTER : Edo Guntara
EDITOR : Chatur



















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here