Musim Hujan Tiba, Petani Karet Semakin “Tarik Napas Panjang”…!

159
Ilustrasi/Ist

MERANGIN,- Selain dihadapkan dengan persoalan harga karet yang tak kunjung membaik sepanjang hampir lima tahun terakhir, para petani karet pun dihadapkan dengan persoalan ‘klasik’ saat musim hujan datang. Dimana hasil sadap karet akan mengalami penurunan.

Kondisi ini, tentu saja semakin mempersulit ekonomi para petani karet di Merangin dan sekitarnya.

” Ya, sudah harga karet tak kunjung membaik, saat ini pun kami petani karet sudah dihadapkan dengan musim penghujan. Kalau musim penghujan begini, tentu  hasil sadapan karet kami tidak akan mampu menghasilkan getah yang banyak. Gimana kami tidak menarik napas panjang dengan kondisi ini,”  Timpal Yamin (45), salah seoarang petani karet di wilayah Muara Siau, saat dibincangi jejakjambi.com, baru – baru ini.

Tak hanya Yamin, Sudarto (37) juga petani karet wilayah Tabir mengelukan persoalan sama.

” Jika harga karet tak kunjung baik, ditambah musim hujan begini, bukan tak mungkin untuk sementara waktu, kami bisa beralih profesi karena harga jual karet yang sudah tidak bisa diandalkan guna menopang kebutuhan sehari – hari,” Tambah Sudarto yang mengaku saat ini harga jual karet hanya dikisaran Rp 7 Ribu/Kg.

Baik Yamin, maupun Sudarto yang seakan mewakili keluhan petani karet di Merangin ini, berharap terhadap Pemerintah bisa sedikit meningkatkan harga jual karet yang selalu tak kunjung menguntungkan petani.

” Ya, harapan kita itu, agar Pemerintah bisa sedikit memperhatikan harga jual karet ditingkat petani ini,” Singkatnya. (*)

REPORTER : Maskur
EDITOR : Chatur  

 






















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here