Mungkinkah Ini “Blunder” Bagi Kades Sekancing Ilir..? Terkait Pengunaan Dana Desa Untuk Tempat Ibadah

222
Ilustrasi/Ist

MERANGIN,- Dugaan terjadinya penyimpangan Pengunaan Dana Desa (DD), Desa Sekacing Ilir, Tiang Pumpung, Merangin 2017, masih menjadi tanda tanya?

Apa betul pengunaan DD senilai Rp 200 Juta, yang diperuntuhkan untuk pembangunan tempat peribadatan Desa setempat, menyalahi aturan, dalam pengunaan DD? Sejauh ini, masih belum ada jawaban pasti.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Ka-Inspektorat Merangin  Hatam Tafsir mengaku, sesuai aturan DD tersebut, hanya bisa digunakan untuk rehab kecil bangunan tempat peribadatan. Dengan syarat lanjut  Hatam, persoalan utama pembangunan infrasturktur yang dibutuhkan warga Desa sudah terpenuhi. Selain itu, juga harus ada izin Bupati Merangin.

” Kalau nilai kucuran dana untuk bantuan pembangunan Masjid sudah mencapai angka Rp 200 Juta, saya pikir itu bukan rehab kecil lagi, namun lebih ke pembangunan baru namanya. Kuat kemungkinan sudah menyalahi aturan. Nanti akan kita krus cek dulu persoalan itu,” Tukas Hatam seperti dalam pemberitaan sebelumnya.

Dilain kesempatan Sekretaris Inspektorat Merangin M Sayuti saat dimintai tanggapan juga  hanya mengatakan guna mempercepat proses pemeriksaan terkait tudingan penggunaan DD yang bermasalah, pihaknya berharap warga dapat proaktif dengan melaporkan persoalan tudingan tersebut ke Inspektorat Merangin secara tersurat.

” Tujuanya agar proses pemeriksaan bisa dilakukan secara cepat, lewat dasar delik pengaduan warga secara tertulis,” Ucapnya menambahkan.

Menarik untuk ditelisik, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMD) Merangin M Ladani saat dikonfirmasi  terkait persoalan tersebut, juga masih belum memberikan tanggapan pasti terkait persoalan yang terjadi di Desa Sekacing Ilir tersebut.” Rasanya tak mungkin pihak Desa berani melakukan pekerjaan itu, jika belum ada izin kepala daerah,” Singkatnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Suardi yang tak lain salah satu anggota Badan Pemberdayaan Desa (BPD) Desa Sekacing Ilir mengaku, betul jika pembangunan tempat peribadatan Desa setempat menggunakan DD.

” Setahu saya bukan Rp 300 Juta, yang digunakan untuk membantu pembangunan Masjid setempat, namun Rp 200 Juta. Selain itu sebagai pengawas pengunaan dana Desa, sepengetahuan kami sebelum dana tersebut digunakan untuk pembangunan Masjid setempat, sudah terlebih dulu meminta persetujuan pihak BPMPD Merangin. Kalau toh dianggap bermasalah DD digunakan untuk hal tersebut, kenapa dana tersebut bisa mengalir,” Jelas Suardi waktu itu. (*)

REPORTER : Rabu Iskandar
EDITOR :
Chatur













LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here