Merasa Tersudutkan..! Kepala ULP Merangin Tantang Rekanan Untuk Berproses Hukum? Nah loh,,, Ada apa Ya?

43
MASDIPIA/Ist

MERANGIN,JEJAKJAMBI,- Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP), melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Masdipia, sepertinya sedikit gerah, dengan tudingan sejumlah rekanan, jika tender lelang proyek pasar tradisional di dua titik wilayah Merangin, dianggap telah terjadi pengkondisian tender proyek.

Bahkan dirinya mengaku, siap untuk berhadapan dengan hukum, jikalau ada rekanan yang ingin melaporkan, atas tudingan tak beres lewat tender proyek kedua pasar tradisional yang baru saja berlalu tersebut.

“ Tidak ada pengkondisian soal tender proyek pembangunan pasar tradisional tersebut. Nah, kalau rekanan merasa ada yang ‘ganjil’ dengan tender proyek tersebut, iya silakan saja lapor, mau kemana. Kejari tuh dekat, Polres Merangin juga dekat kok ,” Timpalnya kepada jejakjambi.com, saat dikonfirmasi, jejakjambi.com, Selasa, (29/8), atau sekitar pukul 14.30 WIB.

Sedikit diurainya, jika proses tender yang dilakukan pihaknya melalui LPSE sudah sesuai dengan prosedur dan tahapan sesuai ketentuan. “ Ada beberapa tahapan yang kita lakukan, dalam proses tender. Dan nilai tawar tertinggi, tidak menjadi patokan untuk  bisa menang dalam tender, walau hanya terpaut nilai Rp 1 Juta, dari nilai pagu anggaran yang telah ditetapkan,” Jelasnya.

Dan terkait pemenang tender yang sudah ditetapkan lanjut Masdipia, tentu berkas yang mereka miliki (pemenang tender,red) tidak dapat dilihat rekanan lain.

” Karena itu, rahasia masih – masing perusahaan. Dan tidak ada hak bagi kami untuk memperlihatkan berkas rekanan yang menang, kepada rekanan yang dianggap tak layak menang dalam proses tender,” Singkatnya.

Lalu apa langkah apa yang akan dilakukan sejumlah rekanan yang menuding jika kedua proyek pasar tersebut dianggap bermasalah? Beberapa rekanan, baik rekanan berinisial SL, HL, dan AY, saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, indikasi pengkondisian tender proyek pasar tradisional Merangin tersebut, sejauh ini masih terus dipelajari pihaknya.

“ Tak hanya pengkondisian tender proyek, kami juga ‘mengintip’ ada indikasi jika kedua proyek tersebut, merupakan proyek titipan pejabat. Tunggu saja, yang jelas jika kami cukup bukti, maka persoalan ini,akan kami bawah ke rana hukum,” Tantang SL yang diamini kedua rekanya, HL dan AY.

Sekedar mengingatkan pembaca, dua proyek pembangunan pasar tradisional lewat aliran dana APBD Merangin 2017, diduga kencang terjadi pengkondisian pemenang tender. Unit Layanan Pengadaan (ULP), melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Merangin justru disebut – sebut para rekanan sebagai “biang” pengkondisian tender kedua proyek dimaksud.

Dua proyek dibawah naungan Diskoperindag yang disinyalir bermasalah itu tak lain, proyek pembangunan pasar tradisional Rantau Panjang, Tabir, dengan pagu proyek senilai Rp 719 Juta lebih. Kemudian proyek pembangunan pasar Desa Lantak Seribu, Renah Pamenang, juga dengan nilai pagu proyek yang sama atau Rp 719 Juta.

Kepada jejakjambi.com salah satu rekanan berinisial SL yang juga ambil bagian dalam tender proyek tersebut mengaku sangat kecewa berat dengan ULP melalui LPSE Merangin, yang terindikasi ada “main mata” terkait lelang proyek tersebut.

Berikut data pemenang tender, dan rekanan yang ambil bagian dalam penawaran tender proyek bersumber dari LPSE Merangin. Pembangunan proyek pasar Rantau Panjang, Tabir, Nilai proyek Rp 719 Juta, pemenang tender CV Putra Merangin dengan nilai tawar Rp 715 Juta, sedangkan dua rekanan lainnya yang melakukan penawaran PT Fiko Putra Merangin nilai tawar Rp 699 Juta, dan penawaran lainnya dilakukan CV Pesona Merangin dengan nilai tawar Rp 718 Juta.

Sedangkan untuk proyek pasar Desa Lantak Seribu, Renah Pamenang dengan nilai proyek 719 Juta, dimenangkan CV Berkah Pratama dengan nilai tawar 718 Juta. Dan dua rekanan lainnya yang harus tersingkir dalam penawaran, tak lain CV Ade Putra Bungsu dengan nilai tawar Rp 644 Juta, dan CV Karya Jaya dengan nilai tawar Rp 690 Juta. (*)

REPORTER : Chatur






















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here