“Merasa Tersudut”, PH Kasus Trenggiling, Justru Akui Dana Rp 40 Juta, Diambilnya Sebagai Jasa PH dari Klienya

14
ILUSTRASI/IST

MERANGIN,JEJAKJAMBI,- Penasehat Hukum (PH), Abu Djailani yang menangani kasus trenggiling dengan terdakwa saat itu Alfiandi (40), dan Adam (42),  akhirnya mau angkat bicara, terkait adanya dugaan Mafia Kasus (Markus), atau Mafia Peradilan dalam penanganan kasus tersebut.

Secara tersirat, saat dikonfirmasi jejakjambi.com Abu Djailani akhirnya mengakui jika Ia sudah menerima pengembalian uang dari Dedi Aswida senilai Rp 40 Juta, atas laporan penipuan klienya Ibu Nofi, dengan total pengembalian senilai Rp 56 Juta,beberapa waktu lalu. Konsekwensi yang terjalin, kasus hukum tidak berlanjut.

“ Benar saya sudah terima uang, dari Dedi Aswida senilai Rp 40 juta. Namun dana tersebut tidak saya suplai kemana kemana – mana,” Ungkap Abu Djailani, melalui pesan singkatnya, baru baru ini.

Lalu dikemanakan uang tersebut? Apakah dikembalikan terhadap Ibu Nofi dan Ibu Desi, yang tak lain kedua istri dari terdakwa kasus trenggiling? Menarik untuk ditelisik, mendapati pertanyaan tersebut Abu Djailani selaku PH dalam kasus itu, justru mengaku jika dana Rp 40 Juta tersebut, diterimanya sebagai jasa dirinya sebagai PH dalam penanganan kasus tersebut.

”Iya, uang Rp 40 Juta itu sebagai jasa saya sebagai PH dari klien saya Ibu Nofi dan Ibu Desi. Dan uang itu, saya terima dengan menggunakan kwitansi. Sedangkan sisanya Rp 16 Juta, sudah diserahkan Dedi Aswida terhadap Ibu Novi dan Desi yang tak lain istri dari terdakwa trenggiling ,” Ucapnya penuh keyakinan.

Peryataan Abu Djailani ini, terlihat cukup berseberangan dengan peryataan Ibu Nofi terhadap jejakjambi.com, beberapa waktu lalu. Pasalnya, beberapa waktu lalu jejakjambi.com sempat mengkonfirmasi perkembangan kasus dugaan penipuan yang menjeratnya. Dan saat itu, Ibu Nofi sempat mengatakan, jika dirinya sudah berdamai dengan Dedi Aswida, dengan isi perdamaian jika Dedi Aswida akan mengembalikan uangnya, yang sebelumnya sudah diambil Dedi Aswida senilai Rp 56 Juta.

“ Dan yang baru  PH kami terima senilai Rp 40 Juta. Dan uang tersebut kata PH saya untuk kepengurusan suaminya yang sedang berperkara, baik terhadap Jaksa maupun Hakim,” Jelas Ibu Nofi saat itu via ponsel.

Sementara itu, koordinator Forum Bersama Peduli Merangin (F-BPM) Masroni yang coba mengawal kasus tersebut, mengaku ada  kejanggalan dalam kasus tersebut.  Tak heran, jika dugaan adanya indikasi Markus justru semakin terendus. “ Pertama peryataan Ibu Nofi dengan peryataan PH Abu Djailani terlihat sangat berseberangan. Jelas ini kejanggalan,” Timpalnya.

Menelisik dari persoalan tersebut, pihaknya akan mencari bukti lain, yang menguatkan adanya indikasi Markus lewat delik kasus tersebut.“ Kita akan cari saksi lain, yang mungkin mau angkat bicara, terkait kasus ini.  Dan ini, akan terus kami telusuri guna membongkar indikasi adanya Markus atau mafia peradilan yang bermain disini ,” Tutupnya. (*)

REPORTER : Chatur













LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here