Merasa Tak Digubris, Warga Ancam Lapor Kasus Kebocoran Dana Desa Muara Langeh ke Kejagung RI? Nah Loh…!

516
Bangunan Puskesdes yang sampai saat ini, belum terfungsikan/Ist

MERANGIN,- Merasa laporannya tidak digubris, warga Desa Muara Langeh, Tabir Barat, Merangin, mengancam akan melaporkan kasus dugaan kebocoran Dana Desa (DD), 2016 – 2017 yang terjadi di Desanya tersebut, ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.  

Apalagi menurut keterangan warga, dugaan kebocoran DD setempat sudah dilaporkan warga sejak 2017 silam, ke berbagai instansi terkait Pemkab Merangin, tak terkecuali Inspektorat Merangin, dan Kejari Merangin. Namun, sampai sekarang, kasus dugaan kebocoran DD, seperti ‘hilang ditelan bumi’.

” Laporan sudah cukup lama kita layangkan ke berbagai aparat hukum di Merangin, tak terkecuali Inspektorat Merangin dan Kejari Merangin. Namun sampai saat ini, kasus tersebut tak kunjung ada kejelasan. Maka-nya dalam waktu dekat kami berencana akan melaporkan kasus dugaan kebocoran DD Muara Langeh ini, ke tingkat pusat atau Kejagung RI,” Ujar salah seoarang warga berinisial JZ, yang tak lain warga sekitar, dan minta namanya dirahasiakan saja, saat dibincangi jejakjambi.com, baru – baru ini.

Sedikit dijelaskan JZ, pasca kasus dugaan kebocoran tersebut dilaporkan pihaknya bersama warga ke Inspektorat dan Kejari Merangin, saat itu petugas Inspektorat Merangin sempat mendatangi Desa Muara Langeh, dan melakukan krus-cek atas laporan warga tersebut.

”  Kalau tidak salah saat itu, petugas In-spektorat Merangin yang datang saat itu, dibawah pimpinan petugas berinisial Zai. Dan saat itu petugas Inspektorat, sempat melakukan pengukuran pekerjaan fisik turap PUSKESDES sepanjang 20meter. Dan hasilnya saat itu petugas Inspektorat mendapati panjang turap tersebut hanya 17 meter. Nah, pasca kejadian tersebut, sudah tak ada kabar lagi,” Urai JZ dan mengaku seperti ada kejanggalan dalam pengungkapan kasus yang dilakukan Inspektorat Merangin tersebut.

Ka-Inspektorat Merangin Hatam Tafsir saat dikonfirmasi mengakui, adanya laporan warga atas dugaan kebocoran DD setempat. Namun namun dikatakanya, hasil audit reguler pihaknya justru sama sekali tidak ditemukan indikasi kebocoran pada pekerjaan fisik di Desa tersebut.

” Lagian laporan warga tersebut, tidak begitu jelas, warga yang melapor tersebut atas nama siapa, makanya kita juga kesulitan mencari saksi dalam laporan warga tersebut,” Sangkalnya seraya meyakini sejauh ini, hasil pemeriksaan reguler petugas dilapangan memang tidak ditemukan indikasi kebocoran.  

Sekedar mengingatkan pembaca, setidaknya ada beberapa persoalan pekerjaan fisik yang menuai ‘tudingan miring warga’ terkait pengunaan DD setempat.

Diantaranya, bagunan fisik PUSKESDES 2016 dengan kucuran dana Rp 166.345.000,-, dan sampai saat ini bangunan ini, tidak bisa difungsikan.

Selanjutnya, pekerjaan fisik jembatan/box  2016 dengan dana Rp. 179.944.654. Kemudian, pekerjaan fisik jalan setapak sepanjang 400 meter yang menelan dana Rp. 114.000.000 tahun 2017.

Tak hanya itu, berlanjut pada pekerjaan fisik turap PUSKESDES  sepanjang 20meter Rp 51.000.000, tahun 2017, berlanjut pada, Dana dari gubernur Jambi Rp 60.000.000. (*)

REPORTER : Rabu Iskandar
EDITOR : Chatur













LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here