Menyedihkan..! Rp 22,7 Miliar DAK RSD Abundjani Bangko Dipastikan “Raib”..! Berman Diminta Mundur

203
Potret RSD Kol Abundjani Bangko/Ist

MERANGIN,- Pemkab Merangin sepertinya harus menelan ‘pil pahit’ dipertengahan tahun 2019 ini.

Ya, nilai anggaran yang tak sedikit atau total Rp 27,9 Miliar yang tak lain Dana Alokasi Khusus (DAK), di enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hilang sia – sia, lantaran tersandung persoalan teknis yang semustinya tidak terjadi jika saja disikapi enam OPD Merangin sedari dini.

BACA JUGA : Makin Mantap..! Dua Tahun IPAL RS Adbunjani Bangko Tak Berfungsi..? Kemana Limbah Berbahaya Itu Dibuang..?

Dan menariknya, dari enam OPD yang dipastikan gagal menerima aliran dana segar 2019 tersebut, justru OPD atau Rumah Sakit Daerah (RSD) Kol Abundjani Bangko tercatat dengan aliran dana tertinggi atau tak kurang dari Rp 22,7 Miliar.

Tak berlebihan, gagalnya RSD Adbunjani Bangko memanfaatkan aliran dana demi pengembangan RSD Kol Abundjani Bangko ini, mendapat kritikan yang cukup keras dari berbagai elemen masyarakat Merangin.

Bahkan, para pengkritisi tak ragu ‘bersuara lantang’ jika Sang Direktur utama RSD Kol Abundjani Bangko Berman Saragih merupakan orang yang paling bertanggung jawab, dibalik gagalnya RSD Kol Abundjani Bangko menyerap anggaran DAK ditubuh rumah sakit kebanggan warga Merangin ini.

“ Kami dari jasa kontruksi Merangin meminta kepada Bupati Merangin, untuk segera mencopot Direktur RSD Kol Abundjani Bangko Berman Saragih atas kelalaiannya dalam menyerap dana DAK, demi pengembangan RSD Kol Abundjani Bangko, hingga anggaran tersebut ditarik kembali pemerintah pusat.

“ Kami kecewa. Jujur kita tidak benci orang-nya, akan tetapi kelalaianya dalam mensikapi anggaran yang tidak sedikit tersebut yang membuat kita sangat kecewa,”  Ujar Muhammad Riad, yang tak lain ketua Aspekindo Merangin, bertutur keras kepada jejakjambi.com baru baru ini.  

Kekecewaan lain, juga datang dari  tokoh pemuda masyarakat Merangin Dedi Wahyudi atau akrab dengan sapaan Atuk Sarahim, terkait gagal-nya RSD Kol Abundjani Bangko menyerap anggaran DAK yang sudah ada ‘didepan mata’ itu.

“ Memang sebaiknya mundur sajalah Berman Saragih selaku Direktur RSD Kol Abundjani Bangko, karena dianggap tidak tanggap dengan persoalan besar ini .

” Anggaran itu cukup besar loh, dan tidak sedikit. Dan kini kita tinggal ‘gigit jari’ lantaran anggaran tersebut gagal kita manfaatkan demi meningkatkan kwalitas kesehatan di Merangin,” Jelasnya.

Hingga berita ini dirilis, Direktur Utama RSD Kol Abundjani Bangko Berman Saragih masih belum berhasil dikonfirmasi terkait gagalnya RSD Kol Abundjani Bangko menyerap anggaran DAK, dengan nominal terbesar tersebut.

Kabar terakhir yang didapat, Berman Saragih coba bertolak ke Jakarta guna kembali mendapatkan anggaran DAK tersebut.

Dilain kesempatan Darhimah Kabid Berbendaharaan BPKAD Kabupaten Merangin saat dikonfirmasi kembali memastikan, jika sampai saat ini, belum ada informasi lain atau kabar gembira terkait masih ada harapan atau tidak dana tersebut, bisa kembali kita manfaatkan.

“ Kita sudah imbau enam OPD tersebut dari jauh hari, baik secara lisan maupun tertulis untuk segera mensikapi persoalan ini. Namun hingga batas deadline berakhir, mereka tetap tidak melengkapi syarat yang kita diminta.

” Ya, jika Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait hal ini tak berubah, artinya total Rp 27,9 Miliar yang rencana-nya menjadi milik Merangin tersebut, dipastikan hangus. Dan ini menyedihkan sekali,” Jelasnya.

Sedangkan enam OPD yang gagal dalam menyerap anggaran DAK dengan total Rp 27,9 Miliar tersebut tak lain, Dinas Pendidikan lebih kurang Rp 2 miliar, RSD Kol Abundjani Bangko senilai Rp 22,7 Miliar.

Selanjutnya Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Rp. 1,3 Miliar.  Selajutnya, Dinas PUPR Senilai Rp 900 Juta, Arsip dan Perpustakaan Rp 515 Juta, dan Dinas Lingkungan Hidup Rp 383 Juta. (*)

 REPORTER : Chatur
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here