Mengejutkan…! Begini Pengakuan H Murasman, Terkait Sosok Eka Yang Dituding Sebagai “Kurir Mahar Politik…

314
Bervin Vandino pihak H Murasman saat melaporkan kasus dugaan mahar politik gagal di Polda Jambi beberapa waktu lalu/Ist

MERANGIN,- Nama Eka Darma, yang disebut -sebut sebagai ‘kurir’ mahar politik gagal yang ditudingkan terhadap Sutan Adil Hendra (SAH), anggota DPR RI Jambi, teryata bukan orang lain, di ‘mata’ mantan Bupati Kerinci H Murasman.

BACA JUGA : Ini Pria Yang dituding “Kurir” Mahar Pilkada Kerinci Partai Gerindra..! Suplai Dana Rp 2,5 Miliar Berlangsung Lima Tahap?

Bahkan, lantaran Eka berteman dekat dengan Monadi (anak H Murasman,red), tak berlebihan jika Eka sudah dianggap H Murasman ‘bak ibarat’ anak kandung sendiri.

“ Dia (Eka,red) itu berteman akrab dengan monadi, sejak mereka berdua duduk dibangku SMP hingga lulus SMA. Makanya saya melihat Eka itu, tak ubah-nya anak sendiri,” Ungkap H Murasman saat disambangi di kediaman-nya baru – baru ini.

Murasman sendiri tidak menapik, jika kedekatan Monadi (anaknya,red) dengan Eka berlanjut hingga dewasa. Puncak-nya, pertemanan itu berlanjut pada tahap Monadi mencalonkan diri sebagai Bupati Kerinci saat itu, dan Eka duduk di kursi Partai DPD Gerindra Jambi dengan jabatan wakil sekretaris.

BACA JUGA : Istri Darmawan ‘Labrak’ Kediaman SAH..! Fifi : “ Jika Tak Ambil Uang Saya, Kenapa SAH Tidak Temui Saya ”

“ Jadi terkait mahar politik itu, Eka yang beberapa kali mengambil dana itu ke rumah saya. Dan tentu saja itu semua atas permintaan Sutan Adil Hendra (SAH). Dan total mahar politik senilai Rp 2,5 Miliar tersebut, diambil lewat beberapa tahapan,” Terang H Murasman.

Mulai dari tahap pertama lanjut H Murasman, istilahnya uang survey senilai Rp 150 Juta, berlanjut tambahan Rp 1 Miliar, dan terus diangsur sebanyak lima tahap, hingga total uang terkucur untuk mahar Pilkada tersebut senilai Rp 2,5 Miliar.

“ Bahkan pernah dari tahapan mahar yang diberikan, sempat menggunakan uang eka terlebih dahulu senilai Rp 350 Juta. Itu terjadi  lantaran saya saat itu saya sedang tidak pegang uang. Namun tak berapa lama, uang Eka yang terpakai itu, cepat saya kembalikan,” Jelas Murasman.

Yang jelas pasca dukungan Gerindra berubah (tidak ke Cabup Monadi saat itu, red) Eka sudah sulit dihubungi.

“ Ya, Eka tak pernah bisa lagi dihubungi saat ini. Kenapa eka musti takut dihubungi, jika tidak memakan uang mahar politik itu, dan hanya sebagai kurir,”  Tambah H Murasman.

Hal senadah juga diakui Monadi. Pria berkulit sawo matang ini, tak menyangkal jika Eka Darma merupakan teman akrabnya mulai dari duduk dibangku SMP hingga SMA.

” Saya sendiri tidak begitu tahu kapan dan dimana penyerahan mahar politik itu terjadi. Saya  sendiri baru tahu ada mahar politik gagal itu, justru dari orang tua saya H Murasman.

“ Miris memang, pertemanan ini menjadi rusak imbas dari mahar politik gagal ini. Dan sampai sekarang Eka sulit ditemui. Nah, karena memang tidak ada solusi, makanya persoalan mahar politik ini kita laporkan ke Polda Jambi. Dan beberapa waktu lalu saya sudah diambil keterangan pihak penyidik Polda Jambi atas delik kasus ini,” Tandasnya sedikit panjang lebar.

Lalu apa tanggapan Eka Darma terkait tudingan ‘kurir’ dari mahar politik ini..? Beberapa kali dihubungi via aplikasi WhattsApp dinomor 0812740697XX, Eka Darma masih belum mau memberikan respon. (*)

REPORTER : Chatur


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here